Baru-baru ini, Yahoo mengumumkan pihaknya telah menjadi korban hacking yang berhasil menembus segala daftar email, tercatat dari bulan Agustus 2013 lalu. Peretasan ini dinilai paling besar sepanjang sejarah karena pelakunya berhasil mencuri data login dari sekitar 1 miliar pengguna layanan-layanan Yahoo.

Lebih mengejutkan lagi, yang dilansir dari New York Times, (15/12), pelanggaran ini diyakini terpisah dan berbeda dari pencurian data terhadap 500 juta akun yang dilaporkan Yahoo.

Berhasil membobol keamanan data Yahoo, para persetasnya pun berani menjual informasi akun tersebut dengan memasang banderol terbilang “murah”, yakni 300.000 dollar AS (sekitar Rp 4 miliar) untuk keseluruhan data atau hanya sekitar Rp 4 per akun. Dengan mencakup alamat e-mail, nama pengguna, nomor telepon, password dalam bentuk hashed, dan daftar pertanyaan sekuriti dan jawabannya, terenkripsi atau tidak terenkripsi. wow!

Berharap mendapat bantuan, pengungkapan persoalan ini malah semakin menambah masalah Yahoo. Pasalnya, pencurian data ini akan menjadi paling ditanyakan dari akuisisi saham Verizon terhadap Yahoo. Banyak yang menilai Yahoo tidak mengungkapkan pelanggaran tersebut setelah kesepakatan akuisisi berlangsung.

foto NYtimes.com | Verizon perusahaan telekomunikasi Asal Amerika

Sebagaimana diketahui, pada Juli 2016, perusahaan telekomunikasi asal Amerika, Verizon, telah setuju membeli Yahoo! dengan mahar sebesar USD4,8 miliar. Namun dalam perjalanan akuisisi tersebut, Yahoo! mengumumkan bahwa sebanyak 500 juta akun pengguna telah dibobol.

 

Info: Berbagai Sumber