Memanfaatkan teknologi ternyata juga berguna lho bagi pekerja harian seperti di bidang pertanian. Hal itu telah terbuktikan, karena baru-baru ini, Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menjuarai kompetisi Tech-Develpoment Challenge U-Nnovation yang digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB), pada Kamis (1/12) lalu.

Mahasiswa berprestasi tersebut adalah Muhammad Afrizal, Saskia Kamila, dan Ina Haniyah. Keberhasilan yang mereka raih karena menciptakan prototype aplikasi “Little Tree”.

“Aplikasi ini merupakan platform yang menghubungkan antara pemodal, petani, serta pemilik lahan untuk bersama-sama mengembangkan hutan rakyat Indonesia,” jelas Perwakilan Tim Mahasiswa UGM Muhammad Afrizal, saat ditemui di Kampus UGM, Yogyakarta, Selasa.

Selain mampu memberdayakan petani, aplikasi ini juga memberikan kemudahan bagi investor yang ingin menanamkan modalnya. Lewat aplikasi ini, nantinya pemodal tidak hanya dengan mudah dapat memilih petani, lokasi, dan jenis tanaman yang akan dibudiayakan, namun juga bisa mengetahui perkembangan tanaman atau pohon yang dibudidayakan secara real time setiap harinya.

Aplikasi Little Tree dikembangkan berbasis Internet of Thing (IOT) sehingga investor bisa setiap hari, real time memantau lahan pertanian mereka. Selain itu, melalui aplikasi tersebut juga investor dapat mengetahui tingkat kesuburan tanah di perkebunan, dan tingkat serapan gas karbondioksida (CO2) dari perkebunannya.

“Jadi investor tidak hanya membantu memberdayakan petani dan meraih keuntungan bisnis dari investasi pohon. Namun begitu, turut berkontribusi dalam menjaga lingkungan melalui pohon-pohon dalam menyerap CO2,” ungkapnya.

Jadi, Aplikasi budidaya pertanian Little Tree ini merupakan penawaran penanaman budidaya pohon buah-buahan, seperti alpukat, durian, dan pisang. Alasan pemilihan pohon jenis ini pun ditujukan untuk meningkatkan luasan hutan rakyat yang ada di Indonesia.

Sumber: Antaranews.com