Aria Ardikoesoema, seorang solois asal Bandung, kembali merilis single ke-4 nya, yang bertajuk “Haru”. Pada single ini, Aria mencoba menceritakan tentang perpisahan, dimana sebuah kesetiaan seseorang hanya membuahkan kehampaan, dimana ikrar yang sudah diucapkan, hanya menuntun yang lain menuju rumah yang baru.

Cerita tentang lagu ini tentunya didasari oleh pengalaman banyak orang, mungkin ada yang tidak bisa menerima dan mengutuk, yang memilih untuk berdamai dan melanjutkan hidup. Dalam lagu ini, Aria mencoba menyajikan perasaan tersebut dengan lembut dan sederhana, sebuah bentuk kemarahan, juga penerimaan.

Setelah sebelumnya merilis 3 buah single bertajuk “Melaut”, “Sofia” dan “Risau” di tahun 2019 dan 2020, juga turut membantu sebagai producer dari Vicky Mono (Deadsquad) dalam beberapa proyek solo nya yang telah dirilis di tahun 2021, Aria mencoba menghidupkan kembali karir solo-nya. Dibantu oleh Kevin Rinaldi (Nadin Amizah) sebagai co-producer, “Haru” disajikan dengan gitar akustik, piano yang ber-arpegio, juga synthesizer oleh Aria, juga diiringi string section dan piano lepas oleh Kevin Rinaldi.

Bagi Aria Ardikoesoema, musik adalah media untuk menyampaikan berbagai cerita yang sulit untuk disampaikan secara verbal.Karya dari penyanyi dan penulis lagu ini didasari rasa melankolis juga memori-memori masa lampau.