Ditengah kondisi Pandemi saat ini telah menyebabkan terhambatnya sejumlah kegiatan ekonomi. Mulai dari sektor pariwisata, industri kreatif, hotel dan restoran, perdagangan, jasa, serta perdagangan informal ikut terimbas.

Bahkan kondisi diperparah dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal dengan peningkatan jumlah pengangguran dan menurunnya daya beli masyarakat. Jadi, wajar saja setiap warga dunia saat ini mengalami takut dan panik.

Tetapi bagaimana Anda mengatasi badai ketidakpastian ini dengan kewaspadaan yang tepat dan tanpa kelumpuhan yang dapat diakibatkan oleh ketidaktahuan?

Apakah Anda bisa terus bergerak maju di dunia yang diliputi rasa takut?

Percaya atau tidak, kreativitas dibuat untuk saat-saat seperti ini! Kreativitas adalah senjata rahasia kita untuk berkembang dalam menghadapi perubahan dan dapat membantu kita melawan penularan rasa takut.

Menurut kutipan Kathryn P. Haydon seorang Innovation Strategist dalam bukunya berjudul The Non-Obvious Guide to Being More Creative, menjelaskan bahwa “Ketakutan menghalangi pemikiran kreatif.” Jadi, terlambatnya kreatif saat ini didukung oleh karena rasa takut, ketakutan dan asumsi menarik kita menuju rasa panik dan menjauhkan diri kita dari pemikiran yang berbeda.

“Kelambanan dari tidak mengubah KREATIF menjadi REAKTIF” dengan salah menempatkan huruf K.

Kathryn P. Haydon

Jadi bagaimana kita dapat menggunakan kreativitas kita untuk menjaga K di tempatnya dan mengatasi rasa takut? Berikut adalah empat cara untuk memperkuat pemikiran kreatif Anda untuk membantu Anda tetap bertahan dan terus bergerak maju bahkan di tengah ketidakpastian yang ekstrim.

1. Ubah masalah menjadi kemungkinan

Source via Unsplash

Dalam hal ini gunakan proses kreatif untuk mengatasi tantangan ini! Anda juga dapat mengubah masalah Anda menjadi kemungkinan. Tuliskan masalah Anda. Gunakan frasa “Bagaimana mungkin. . . ” atau “Apa yang mungkin terjadi. . . ” untuk mengubahnya menjadi pertanyaan yang mengundang pemikiran baru.

Peluang pemasaran yang besar baru saja dibatalkan. => Apa yang mungkin merupakan peluang baru dan tak terduga untuk berbagi pekerjaan saya dan melayani orang lain?

Kemudian, tentu saja, luangkan waktu untuk menemukan sebanyak mungkin kemungkinan — bahkan yang gila — sebanyak yang Anda bisa.

2. Ketahui rasa syukur

Source via Unsplash

Kekuatan syukur untuk memadamkan rasa takut tidak bisa diremehkan. Nah gali rasa syukur itu menjadi keingintahuan. Rasa ingin tahu, membuka pintu menuju kemungkinan. Ingatlah bahwa rasa takut menyebabkan kelumpuhan sedangkan rasa syukur mengarah pada kemungkinan. Ketakutan bersifat pasif sedangkan syukur adalah berpikir aktif. Ketakutan membuat kita terjebak, egois, dan reaktif, sedangkan rasa syukur membuat kita maju, membantu, dan kreatif.

3. Minimalkan Media

Source via Unsplash

Memang tak dipungkiri, Media merupakan alat yang penting dalam suatu sistem kemasyarakatan. Seperti orang lain, kita sangat membutuhkan informasi, untuk jawaban atas apa yang terjadi pada negara.

Tapi cobalah mulai memperhatikan sebuah pola. Berita TV secara sensasional menyatakan “fakta” yang menakutkan dan meresahkan, yang harus kita analisi terlebih dahulu sumbernya, agar tidak menimbulkan kembali rasa takut tersebut.

Untuk menjaga kemampuan berpikir kreatif selama krisis, rajinlah memilih sumber berita yang dengan tenang menyampaikan fakta yang Anda butuhkan dan mampu menambah kreatifitas Anda.

Setelah Anda melihatnya manfaatkan pandangan kreatifitas Anda, Analisa dengan catatan warna Hijau dan Merah, Hijau untuk solusi dan Merah adalah sebuah masalah, kemudian mewujudkan menjadi sebuah gagasan bisnis/produk apa yang bisa Anda hasilkan.

4. Buka pintu humor

Source via Unsplash

Menggunakan humor adalah kekuatan kreatif yang membantu Anda menerobos berpikir secara berbeda. Walau kondisi saat ini sangat serius, jangan lupakan senyum kecil dalam hidup.

Kekuatan humor bisa membantu kita melewatinya. Jika Anda seorang pemimpin, orang tua, atau guru, sangat penting untuk terbuka terhadap humor. Anak-anak bisa menjadi sumber yang paling polos dan lucu. Ada perbedaan antara meminimalkan situasi yang menantang dan membiarkan momen-momen ringan.

Tidak suka humor? Alih-alih, fokuslah pada cara-cara kecil yang bisa membuat Anda sedikit gembira bagi orang-orang di sekitar Anda.