” We come to love not by finding a perfect person, but by learning to see an imperfect person perfectly ” – Carl Fredericksen

Siapa yang tidak kenal dengan film yang 1 ini? Film yang berhasil memborong 15 penghargaan sukses membuat penonton nya baper. Up  sendiri adalah sebuah film animasi produksi Pixar Animation Studio yang didistribusikan oleh Walt Disney Pictures. Up diputar perdana pada 13 Mei 2009 dalam Cannes Film Festival, dan mencatat sejarah sebagai film animasi pertama yang diputar dalam acara tersebut. Up kemudian dirilis pada tanggal 29 Mei 2009 di Amerika Serikat dan pada tanggal 29 Juli 2009 di Indonesia

Menceritakan Carl Fredricksen (Edward Asner) adalah bocah pendiam yang bersahabat dengan cewek Tomboy bernama Ellie, yang ternyata sama-sama mengidolakan Charles Muntz, seorang penjelajah. Kemudian Carl dan Ellie menikah. Kehidupan mereka yang diperlihatkan tanpa adegan berbicara terlihat sangat bahagia, dengan musik yang ceria dan obsesi pertama mereka adalah memiliki anak. Setelah mempersiapkan segalanya, kenyataan berubah ketika Ellie dinyatakan oleh dokter bahwa ia tidak dapat hamil. Kenyataan ini membuat Ellie terpukul sebab ia mendambakan seorang anak, walau begitu mereka tetap menjalani kehidupan. Mereka pun kembali menjadi semangat saat Carl dan Ellie berusaha menyisihkan pendapatan mereka untuk terbang ke Paradise Falls, tempat Charles Muntz tadi. Hari demi hari, bulan demi bulan mereka mengumpulkan uang namun ada saja halangan yang muncul sehingga mereka pun harus menggunakan uang tabungan tersebut, sampai akhirnya mereka berdua menjadi kakek-nenek. Carl, yang menyadari obsesi mereka belum tercapai membeli tiket ke Amerika Selatan, dan ingin memberikan kejutan untuk Ellie. Namun, sebelum impiannya tercapai, Ellie terlebih dahulu meninggal dunia. Hal ini menyebabkan Carl benar-benar kehilangan semangat hidup dan menjadi pendiam dan tertutup.

Hingga pada suatu hari ia memutuskan untuk pergi ke Paradise Falls demi menunaikan janjinya. ia pun mulai memasangi ribuan balon yang berisi gas helium dibelakang rumahnya. Walau banyak rintangan dia berhasil mencapai Paradise Falls. Film ini mengajarkan bahwa saat kita mencintai seseorang kita akan berusaha semaksimal mungkin, tidak peduli apa yang ada di depan meski harus mengorbankan segala yang kita punya. Mengajarkan kita arti dari sebuah keabadian dari kesetiaan cinta, tak peduli hidup atau mati, nyata atau khayalan, Inilah puncak kesetiaan tertinggi. Cinta yang dirawat dengan kesetiaan akan menjadi petualangan terindah dalam hidup.

Akankah kita menemukannya? Atau kita yang menciptakannya?