Lampung – Pluang, aplikasi wealth tech multi-aset terdepan di Indonesia kembali memberikan literasi keuangan khususnya dalam kelas aset kripto dalam forum Lampung Crypto Expo 2022 yang diselenggarakan selama lima hari mulai tanggal 28 Februari hingga 4 Maret 2022. Acara ini bertujuan untuk membangun ekosistem blockchain dan aset kripto di provinsi Lampung serta memaksimalkan potensi lingkup industri aset kripto di Indonesia. Selain itu, acara ini ditujukan agar memberikan manfaat untuk dapat belajar dari para ahli dan praktisi terbaik di Indonesia.

Senada dengan hal tersebut, VP External Affairs Pluang, Wilson Andrew menyampaikan bahwa Pluang turut berpartisipasi untuk memberikan literasi dan edukasi terkait profil dan risiko aset kripto agar lonjakan investor aset kripto dapat diseimbangi dengan edukasi yang tepat dan relevan kepada para investor.

“Minat pengguna yang terus meningkat dalam kelas aset kripto menjadi motivasi utama Pluang untuk terus mempererat kerjasama dengan perusahaan pedagang aset kripto guna memperluas kesempatan berinvestasi melalui kehadiran koin-koin aset kripto di aplikasi Pluang. Selain itu, kami juga rutin menghadirkan edukasi dengan pakar dan praktisi terkait sehingga hal tersebut diharapkan dapat mendukung pengguna dalam berinvestasi di aset kripto Pluang.” ujar Wilson.

Dalam hal keamanan, Pluang bekerja sama dengan PT Aset Digital Berkat dan PT Zipmex Exchange Indonesia yang terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Peminat investasi aset kripto di Indonesia terus bertumbuh dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data dari BAPPEBTI per Desember 2021, terdapat sekitar 11,2 juta pengguna aktif aset kripto dengan total transaksi mencapai 859 triliun rupiah dengan rata-rata 2,7 triliun transaksi per hari. Hal ini jelas melebihi jumlah investor saham sebanyak 7,4 juta investor berdasarkan data KSEI di Desember 2021.

“Pertumbuhan jumlah pengguna aktif aset kripto di Indonesia juga selaras dengan peningkatan jumlah pengguna aktif di aplikasi Pluang. Hingga saat ini, Pluang sendiri memiliki lebih dari 300 ribu pengguna yang sudah melakukan transaksi di kelas aset kripto. Angka tersebut merupakan angka yang sangat signifikan dengan total peningkatan sebesar 18x dibandingkan dengan data pengguna di tahun 2021.” ucap Andre Benas, Head of Financial Education Pluang.

Lebih lanjut, dalam diskusi “Ragam Cuan Aset Kripto” di Lampung Crypto Expo 2022, Andre Benas juga menyatakan bahwa Pluang telah siap untuk mengantisipasi hal tersebut dengan menghadirkan berbagai pilihan aset kripto yang dapat diakses oleh seluruh pengguna Pluang. Fitur-fitur ini memungkinkan trader yang lebih berpengalaman untuk memanfaatkan kesempatan dari volatilitas harga aset kripto serta momentum pasar. Selain itu, pengguna juga bisa bertransaksi aset kripto di Pluang secara mudah dengan hanya tiga kali klik dan dimulai dari nominal lima ribu rupiah.

Selain menawarkan aset kripto, Pluang juga menawarkan berbagai produk investasi kepada lebih dari 4 juta penggunanya, melalui kerjasama dengan beberapa mitra perusahaan yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka komoditi (Bappebti)*. Hal tersebut memungkinkan pengguna Pluang untuk melakukan diversifikasi aset melalui satu aplikasi saja dengan biaya yang sangat terjangkau mulai dari Rp 5.000 dan hanya dengan beberapa ketukan di smartphone, investor sudah bisa memiliki aset investasi.

Pluang juga mengingatkan masyarakat agar dapat mempelajari produk investasi terlebih dahulu sebelum melakukan investasi dan melakukan diversifikasi portofolio ke beberapa kelas aset agar meminimalisir risiko investasi.