Distributor musik digital DIY independent terkemuka TuneCore, sebuah divisi dari perusahaan musik digital global Believe yang berbasih di Paris, memperluas metode pembayaran di Asia Tenggara guna melayani musisi mereka yang sedang tumbuh di wilayah tersebut dengan lebih baik. Ini menegaskan komitmen perisahaan untuk memberikan pengalaman pengguna yang terbaik bagi musisi-musisi independent di Asia Tenggara, dimana opsi pembayaran alternatif lebih populer dibanding kartu kredit. TuneCore yang kehadirannya di internasional telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 18 bulan terakhir telah bermitra dengan platform teknologi finansial global, AydenTuneCore juga telah meluncurkan metode pambayaran lokal di negara Asia Tenggara, salah satunya di Indonesia dengan menggunakan Dana dan GoPay (segera hadir).

“Seiring dengan terus berkembangnya TuneCore, kami tidak hanya menawarakan layanan terbaik di kelasnya di tingkat dunia, perusahaan ini juga membawa pola pikir yang sama ke pasar lokal. Untuk artis TuneCore, kami tidak hanya ingin mendukung kesenian mereka, tetapi kami ingin memudahkan mereka untuk mendistribusikan musik mereka. Tahun lalu, kami meluncurkan paket New Artist, yang memungkinkan pembuat konten merilis musik mereka ke platform sosial tanpa biaya di muka. Sekarang, dengan peluncuran layanan pembayaran kami yang diperluas, pembuat konten dapat mengakses layanan distribusi secara penuh dengan lancar,” kata Andreea Gleeson, CEO dari TuneCore.

TuneCore Ekpansi Ke Asia Tenggara Layanan Distribusi Musik Tanah Air Melalui Dompet Pembayaran Lokal.jpg

Andreea sendiri juga sempat berkunjung ke langsung ke Indonesia, ditemani oleh Cyrus Chen (head of TuneCore SEA)Melanie Seddon (Senior Director of Brand Marketing TuneCore), dan Maria Ho-Burge (Global Head of Corporate Communication TuneCore & Believe). Dalam kunjungannya ke Indonesia ini, Andreea juga menyempatkan untuk bertemu musisi-musisi Indonesia yang telah menggunakan layanan TuneCore untuk mendistribusikan karya-karya mereka. Musisi Indonesia tersebut diantaranya adalah: Gerald Situmorang, Ify Alyssa, Lafa Pratomo, Danilla, Iga Massardi, Gamaliel, dan Jelita.

“Kita tahu dari beberapa riset bahwa wilayah Asia Tenggara berpotensi untuk menjadi pasar musik yang besar, dan saya rasa itu tidak akan makan waktu lama. Secara spesifik, Indonesia adalah prioritas untuk pasar musik dari TuneCore. Jadi, Indonesia adalah salah satu target market yang penting,” ungkap Andreea. “Kami ingin, artis lokal disini percaya kalau mereka sebenarnya bisa mengenalkan karya mereka ke banyak orang, baik secara lokal maupun internasional. Jadi, kami berharap banyak musisi di Indonesia lebih percaya diri terhadap karyanya,” tutupnya.