SMA merupakan adalah masa yang paling indah, setuju ya?

Ya karena memang dari masa SMA lah kamu mulai banyak belajar tentang hal apa aja. Mulai hal yang paling baik sampai hal yang paling buruk sekalipun. Tapi , selalu ada hal kurang baik yang “harus” dilakukan oleh anak SMA yang baru saja menyelesaikan Ujian Nasional. Dari anak yang paling baik sampai anak yang paling nakal pasti ngelakuin hal ini. Iya bener….”coret-coret”.

“Coret-coret” sudah menjadi tradisi yang harus dilakukan setelah Ujian Nasional, padahal belum tentu lulus. Ya ini juga dijadikan sebagai tanda bahwa mereka akan lulus.

Namun beberapa tahun terakhir ini “tradisi” itu sudah mulai dilarang oleh berbagai pihak, baik itu dari pihak sekolah maupun pihak kepolisian. Dengan alasan “lebih bagus bajunya disumbangkan untuk orang yang nggak mampu, atau buat adik kalian”. Ya itu benar, buat apa coba kamu ngikut “coret-coret” gitu.

Nggak Cuma sekedar “coret-coret”, sebagian siswa melakukan konvoi dengan kendaraan “orang tua”nya. Buat apasih kamu konvoi gitu?! Itu nggak ngasih manfaat untuk yang liat kamu konvoi, yang ada para pengguna jalan lainnya malah naik darah akibat ulah kamu. Berlagak pejabat, arogannya muncul seketika, merasa paling hebat. Malah 2 tahun lalu ada yang ngancam petugas dengan jargon “ku tandai kau ya!” nah itu buat apa coba? Oh iya, kamu kan ngakunya masih ada hubungan keluarga dari salah satu pejabat.

Tanggal 5 bulan 4, anak SMK berkumpul di lapangan merdeka Medan untuk “coret-coret”. Jalanan di sekitar lapangan merdeka jadi macet. Boleh senang-senang, tapi jangan sampai mengganggu kenyamanan berkendara orang lain. Nggak cuma di lapangan merdeka, mereka juga ada di depan stasiun kereta api Medan. Ngapain kamu disitu dik?!! Oh mereka dibubarkan dari lapangan merdeka sama pihak kepolisian.

Ya wajar lah kalau sampai dibubarkan gitu, kenapa? Soal kemanan adalah alasan yang kuat, baik itu keamanan peserta “coret-coret” maupun keamanan untuk fasilitas umum yang ada di sekitar lapangan merdeka. Pasti lah, pasti ada cat semprot kamu yang nempel di dinding. Baik itu nggak sengaja atau sengaja kamu tulis dengan nama kamu atau nama sekolah kamu. Nama sekolah? Yaelah dik, kamu bisa nggak lulus dibuat sekolah kamu gara-gara kamu sudah mencederai fasilitas umum loh.

Ayolah, kurangi kegiatan yang nggak bermanfaat kayak gitu. Kamu bisa melakukan banyak kegiatan yang bermanfaat dari pada “coret-coret”. Kamu bisa kordinasikan sama temen-temen kamu untuk pergi liburan setelah Ujian Nasional, atau buat syukuran di sekolah karena sudah diberikan kesempatan untuk bisa mengikuti Ujian Nasional. Jadi kamu itu nggak buat para pengguna jalan lain atau orang disekitar tempat kamu “coret-coret” jadi emosi.