Siapa bilang masa karantina Covid 19 ini membatasi ruang gerak para musisi? Mungkin beberapa orang boleh berpendapat demikian. Namun tidak untuk band yang satu ini, yaitu DIRUMA.

Band yang digagas dalam masa karantina akibat Covid oleh Bennytho Siahaan seorang musisi dan produser musik ini beranggotakan Sulton Abdul Azis; Irvan Siahaan; Salman Abdurrochman dan Bennytho Siahaan sendiri. Sesuai namanya, Diruma bermusik dari rumah masing-masing tanpa bertemu langsung satu dengan lainnya.

Pada tanggal 2 Mei 2020 Diruma resmi merilis karya perdana mereka yang berjudul Takkan Seperti yang mana seluruh proses pengerjaannya dilakukan dari rumah masing-masing personel. Bennytho Siahaan pada Drums/Vokal; Sulton Abdul Azis pada Bass; Irvan Siahaan pada Gitar; dan Salman Abdurrochman pada Keyboard. Produksinya memakan waktu kurang lebih 2 minggu, mulai dari perencanaan, rekaman drum, bass, gitar, keyboard, vocal tanpa ada tatap muka sama sekali melainkan dengan berkirim data secara online. Mixing dan mastering dilakukan oleh Bennytho Siahaan di Mogmog Studio.

Artwork-Lagu

Lagu Takkan Seperti bercerita tentang keinginan seseorang untuk menghapus kesedihan seseorang yang diam-diam dikasihinya karena orang itu dikhianati pasangannya, dengan bernyanyi sambil berharap dapat bersatu. Lagu yang bermain di aliran Rock/Alternative ini diciptakan sekitar tahun 2004 dan pernah masuk dalam album band Boemi yang dulu digawangi oleh Bennytho Siahaan dan Irvan Siahaan di tahun 2005. Lagu Takkan Seperti ini diproduksi oleh Mogmog Production dan tersedia di berbagai media platform musik digital. Secara visual, Diruma mengajak sutradara muda Friday Tampi untuk menggarap video klip musiknya yang saat ini sedang dalam proses penggarapan. Namun video lirik lagu Takkan Seperti telah tersedia di channel YouTube Diruma Band.

Para personel Diruma sebelumnya sempat tergabung dalam suatu band musik di tahun 2006 yang kemudian bubar akibat karir masing-masing di 2008. Dengan lahirnya Band Diruma, mereka berharap untuk dapat menghibur masyarakat dalam masa karantina Covid 19 dan juga sebagai bukti kreatifitas tanpa batas para musisi.