Brand lokal Indonesia, Erigo, ramai diperbincangkan di media social, pasalnya belum lama ini iklan brand Erigo store telah terpampang nyata di Time Square, Amerika Serikat (AS). Lokasi Time Square merupakan pusat hiburan nan komersial yang menjadi destinasi wajib yang harus dikunjungi wisatawan ketika berkunjung ke Negeri Pam sam ini.

Hadirnya iklan Erigo di tengah Times Square, NY,  menjadi awal dan penanda bahwa Brand Lokal Indonesia asal Parung telah berhasil memperluas pasarnya hingga ke Amerika Serikat.

Dalam mempersiapkan Lebaran tahun ini, Erigo hadir dengan kampanye terbaru yang dilakukan di kota New York. Saat sedang melakukan pemotretan dan video di sana, Erigo berkesempatan memasang iklan di billboard Times Square, New York.

“Ini bukan pencapaian akhir, melainkan titik awal perjalanan kami untuk terus berkembang dan memperluas bisnis Erigo. Bagi kami, sebuah kebanggaan dapat menampilkan brand Indonesia tetapi masih banyak mimpi-mimpi yang ingin kami capai untuk membawa Erigo agar dikenal hingga negara-negara lain dan menunjukkan bahwa produk lokal Indonesia memiliki potensi besar,” kata CEO Erigo, Muhammad Sadad dalam keterangannya, Senin (29/3).

Pencapaian ini tidak diraih secara instan. Sadad memulai perjalanan yang penuh lika-liku sejak 2011 dari studio kamar salah satu apartemen di Depok, Jawa Barat. Ia belum punya karyawan tetap atau tim. Dua tahun kemudian, Erigo lahir dan menjadi entitas brand bisnis.

Awalnya, Erigo mengusung konsep bertema batik dan ikat, tapi beralih ke fesyen kasual yang bertahan hingga saat ini. Berbagai upaya Erigo lakukan untuk terus memperluas jangkauan pasar. Mulai dari meluncurkan Erigo online webstore bersamaan dengan peluncurannya pada tahun 2013 silam.

Namun pada saat itu, penjualan offline memang masih lebih besar dibandingkan penjualan online. Sadar bahwa Erigo adalah brand yang masih berumur 2 bulan, lantas Sadad memilih untuk mengembangkan bisnisnya, dengan ikut berpartisipasi pada acara-acara offline salah satunya JakCloth di tengah tahun 2013.

Sadad selalu terlibat dalam mengembangkan Erigo. Bahkan rela tidur di mushola mal sampai mandi di pom bensin depan mal selama mengikuti acara JakCloth demi menekan pengeluaran. Hal-hal tersebut dilakukan Sadad demi keberhasilan Erigo.

Terus berpromosi di acara-acara offline, dan akhirnya memilih pengembangan Erigo ke pemasaran online dengan bergabung ke platform e-commerce Shopee pada 2017.

Photo by: Instagram/Muhammad Sadad

“Sebuah perjalanan panjang hingga kami bisa sampai di titik ini. Mulai Erigo lahir, hanya memiliki tenaga 11 orang dengan kawasan di Parung, bergabung dengan Shopee dan hingga saat ini kami bisa meraih salah satu pencapaian luar biasa. Terima kasih atas dukungan dari orang tua, tim Erigo yang tidak berhenti berusaha, tim Shopee yang terus memberi arahan dan bimbingan terhadap team e-commerce Erigo dan teman-teman yang terus mendukung produk-produk Erigo,” kata Sadad.

Sadad mengakui jika pandemi COVID-19 turut berdampak kepada bisnis Erigo. Pada awal pandemi, mereka terpaksa mengurangi karyawan, tapi tak lama setelah itu pesanan banyak datang dari konsumen online, sehingga mereka harus menambah karyawan lebih banyak.

Kini, setelah mereka membuka enam authorized store di Tangerang, Banjarmasin, Malang, Palembang, Yogyakarta, dan Kendari secara online di Shopee. Erigo lalu bergabung dengan program ekspor Shopee pada 2020 dan produknya pun sudah bisa dibeli di Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.

“Sudah berjalan selama hampir satu tahun, kami melihat respons positif dan tingkat pesanan yang memuaskan dari konsumen luar negeri yang mayoritas berasal dari Singapura dan Malaysia. Dua produk kami, Chino Pants dan Coach Jacket, jadi favorit mereka,” jelas Sadad.