Bosan sekali kalau sudah mendengar kata-kata “brooooo cakep tuh!” “brooooo arah jam 3 lumayan tuh, deketi sana” omong kosong sekali di zaman serba canggih dan millenial ini ada orang yang tak memandang fisik ketika ingin menjalin hubungan. Kenapa aku bilang begini? Ya manusia suka sekali melihat dari tampilan luarnya saja.

Cantik dan ganteng itu relatif menurutku, aku juga begitu, sering memandang fisik lebih dahulu daripada isi dalam kepalanya, entahlah, melihat wanita yang good looking merupakan hal penting menurutku, aku juga tidak begitu ganteng. Tak seperti Keenan, yang meninggalkan Raisa.

Btw, itu hal yang paling bodoh menurutku, meninggalkan Raisa. ahk menurutku itu sengaja dibentuk agar Raisa dapat ngeluarin single Ketiganya, ketebak.

Lah ini kenapa bahas bidadari ya? Kembali lagi ke topik awal. Fisik? Ya menurutku ini penting, ngga lucu kalau aku bawa pacar ke tempat tongkrongan terus teman-teman aku berbisik “ini pacar dia yang sekarang ya? Rabun ni anak” ngga, aku ngga mau seperti itu, tapi di umur yang lumayan bisa di bilang kalau di nikahi lumayan rame yang undangan. Hal itu udah nggak aku anggap hal yang penting untuk sekarang. Kenapa begitu?

Nah! Ini dia, ini yang seharusnya membuat mata kita terbuka, pacar kamu cantik, pacar kamu ganteng putih mulus kayak mobil baru keluar dari showroom buat kamu bahagia? Yakin bro? Yakin mbak? Di tanya sekali lagi nih, yakin? Kenapa aku begitu menegaskan pertanyaan berulang kali. Karena aku ngga begitu yakin dengan kenyataan ini.

Ganteng cantik kalau ngga bikin anda nyaman buat apa? Ganteng cantik tapi kalau di ajak ngobrol planga plongo untuk apa? Ganteng cantik kalau di ajak becandaan sekelas 9gag terus cuma ngomong “sayang maksudnya apa ya?” kesel ga? Woy! Kesel ga?! Kesel pastikan? Beberapa orang memang tidak begitu mempermasalahkan isi dalam kepala, pokoknya cantik atau ganteng di pacarin, tapi mau sampai kapan? Mau sampai kapan ketika anda ngobrol dengannya, anda sepert ngobrol dengan dinding? Mau sampai kapan anda lagi baca artikel penting dan dia cuma ngomong.

“bacaan kamu sok kayak orang pinter beb”

Nah lho, kalau anda pinter, pasti anda juga akan baca yang menurut anda berbobotkan? Kita ambil sedikit yang logika aja deh, ketika anda lagi ada masalah, orang yang pertama anda ceritain ya pasangan anda bukan? Ngga lucu aja ketika anda lagi cerita tentang masalah anda, dia Cuma bisa jawab “aku ngga ngerti harus gimana” mama tuh cantik dan ganteng.

Maaf, ini bukan membedakan, dan bukan mendiskriminasi yang cantik dan ganteng ngga pinter, kebanyakan kita lihat begini, yang cantik pada dimana? BIGO, kalau dia pinter dia ngga akan kesana. Mending dirinya bakal ngelanjutin s2 -nya ke Harvard.

Tapi ada kok yang pinter dan cantik, ada kok yang ganteng tapi pinter banyak malah. Tapi jarang banget kita temui.

Kenapa kita memilih seseorang yang pantas buat kita, pacaran itu kalau ngga putus ya menikah. Begitu kata Pidi Baiq ya tinggal kita pilih, mau menikah apa mau putus? Itu tergantung kita bagaimana menyikapinya, selain bisa menemani sebagian hidup kita. Pasanganlah yang mengerti kita sehari-hari bagaimana, anda mau hidup nantinya dengan yang tidak sepemikiran dengan anda? Tidak mengerti obrolan anda, ingin seperti apa nanti di hari tua, tak bisa bekerja karena sudah pensiun, bisanya Cuma ngobrol doang di teras depan rumah sambil menikmati teh hangat dan melihat cucu-cucu berlarian di taman.

fisik bukanlah segalanya, sebagian memang mendang begitu, tapi menurutku. Apa yang kita inginkan memang tak ada habisnya, mungkin mengimbangi iya. Sekarang, apakah pasanganmu, apa yang anda inginkan? Jika tidak. Tuntunlah dia seperti apa yang anda inginkan. Oh iya, btw yang nulis ini juga jomlo. Maunya yang cantik aja deh, ngga usah yang pinter. Id line ada?

 

Oleh: Zuhairlianza Iksan