Maraknya perkembangan internet menjadi hal yang tak asing bagi masyarakat saat ini. Pengguna internet di Indonesia mencapai 55 juta orang. Di internet berkembanglah bermacam-macam sosial media seperti facebook, twitter, instagram, path dan lainnya. Dengan canggihnya teknologi jaman sekarang, sosial media dengan mudahnya diakses melalui smarthphone atau semacamnya. Bahkan mayoritas pengguna sosial media adalah remaja.

Following dan followers, maka saya mengambil sosial media Instagram sebagai contohnya. Instagram adalah salah satu media sosial untuk membagikan foto-foto dan video-video individu/kelompok. Setiap akun instagram memiliki post, likes, comments, following (mengikuti) dan followers (pengikut).

Mungkin, bagi pengguna social media masa kini melihat hal itu dari tingkat eksistensi mereka, tak lain cara terbaik untuk mudahnya dikenal oleh pengguna lainnya dengan menggunakan akun sosial medianya masing-masing, seperti: Kuantitas likes dan comments, yang didapat di setiap akun personal dan perbedaan kuantitas following. Bahkan nilai followers akan meningkatkan eksistensi mereka. Hingga akhirnya sosial media menimbulkan kegengsian. Adanya tingkat kegengsian. Sehingga individu dapat meng-unfollow teman atau kerabat mereka sendiri untuk meningkatkan eksistensi, kegaulan dan ketenaran mereka.

Akhirnya, saya mencoba membuat suatu alat ukur upaya mengetahui tingkat keeksistensian seseorang dengan cara melihat perbandingan following dan followers orang tersebut, yaitu: following(x)/followers(y)*100%=Tingkat Eksistensi seseorang(z).

Semakin rendah z% semakin Terkenal-lah seseorang tersebut.

Tingkat Eksistensi:
100%++           = Sangat tidak dikenal.
75%-100%       = Tidak dikenal
50%-74%         = Kurang dikenal
25%-49%         = Cukup dikenal
1%-24%           = Dikenal
0-0,9%             = Sangat dikenal