JOHN WICK: CHAPTER TWO
Sutradara: Chad Stahelski
Produksi: Thunder Road Pictures, 87Eleven Prod, Summit Entertainment, 2017

Tak ada yang pernah menyangka ‘John Wick’, film action tahun 2014 membawa kembali nama Keanu Reeves setelah gagal di beberapa film pasca The Matrix sebagai bintang aksi kelas satu Hollywood, akan punya gaung sebesar ini. Kelihatan sebagai film kecil yang bukan juga jadi showcase dengan BO melewati angka 100 juta dolar walau bujetnya cukup kecil, adalah gagasan aksinya yang akhirnya memperoleh aplaus panjang dari kritikus dan para penggemar genrenya.

Di sana, mantan koordinator stunt Chad Stahelski dan David Leitch, sutradara second unit yang kemudian mendapat tempat di Jurassic World dan Civil War memang berhasil menampilkan action yang fresh di atas tribute ke film-film aksi pembunuh bayaran dari karya-karya John Woo bahkan neo-noir Perancis Alain Delon tempo dulu ke dalam racikan pertarungan gun-fu yang seru. Aksinya tak berpegang ke trik dan editing tapi serba mentah tanpa koreografi yang juga terlalu dirancang dengan keindahan gerakan. Di atas semuanya, Keanu Reeves menemukan ranah spesialisasinya dalam genre aksi yang diinginkan semua penggemarnya.

Berlanjut ke film kedua, setelah membalaskan dendam atas kematian anjingnya terhadap mafia Rusia, pembunuh bayaran legendaris John Wick (Keanu Reeves) ternyata tak bisa hidup tenang. Terpaksa memenuhi misi dari Santino (Riccardo Scamarcio) demi tak melanggar kode etik profesinya, ia bertolak ke Roma untuk mendapati tantangan lebih berat lagi, di mana nyawanya kini dijadikan sayembara di antara para pembunuh bayaran seluruh dunia dari intrik terkait misi tersebut.

Masih dipegang Stahelski dan Leitch kini cukup menempati kursi produser, dan skrip yang tetap dibesut Derek Kolstad, hal terbaik dari John Wick 2 adalah mereka tahu betul ke mana sekuel ini akan dibawa. Melipatgandakan lagi pameran aksi di pakem yang sama dengan film pertamanya dengan tambahan bintang-bintang aksi dari Ruby Rose yang baru kita saksikan di ‘xXx3’ dan Resident Evil, rapper Common, Laurence Fishburne bereuni dengan Reeves bahkan Franco ‘Django’ Nero sementara Ian McShane – Lance Reddick – John Leguizamo tampil kembali, kekuatan terbesar franchise-nya di luar aksi tetap mendasari keseluruhannya.

Di situ, kita mendapatkan faktor bangunan universe yang beda dari banyak film di genre sejenis. Bahwa ada code of honor di antara para pembunuh bayaran ini sebagai inti yang unik dari penceritaan dan semua karakternya. Selagi adegan aksinya digelar nyaris tanpa jeda dan terus membuat pemirsanya berdecak kagum bahkan bersorak dengan intensitas meningkat, universe building ini membuat tiap rentang intriknya berjalan semakin memperkuat sisi action sekaligus memberi gaya berbeda. Ada banyak film aksi dan subgenre pembunuh bayaran, tapi untuk saat ini, ‘John Wick’ –lah yang ada di puncaknya.