Mewakili isi hati kalian yang mungkin lagi bosan dalam pacaran, bisa dengan duduk sejenak dan sembari baca ini. Emang pacaran bisa bikin bosan? Ya jujur aku nggak tahu, hal itu cuma aku dapatkan dari curhat teman, katanya “dia bosan”, pasangannya tidak bisa bawakan roket Nasa ke hadapannya. O… iya, sip!

Sebenarnya, banyak yang terlewatkan kalau bicara tentang pacaran, seperti orang dulu pasti lebih berpengalaman seperti yang kita dengar, istilah banyak makan asam garam. Niat gak niat, hal ini harus aku share, gimana isi pengalaman hati “uwak-uwak” jaman dulu pacaran yang terlihat keren, yang bisa di coba oleh generasi zaman sekarang tanpa gadget, chatting, flirting dan jurus andalan lain, untuk dapetin wanita namun Ending-nya tetap dengan jawaban hal yang serupa… aku kok bosen?

Jadi gini, saat itu aku dan uwak (kerabat dari orangtuaku) lagi duduk di teras rumah, membahas apa saja yang bisa kami bahas, mulai dari politik, Pilkada, hingga mahalnya harga sembako, bak emak-emak ngerumpi di Sore hari. Jenuh? Ya pasti! bagaimana tidak, persoalan yang benar dengan ideologi kita, tapi tidak sesuai dengan pemikiran mereka. Ingin ngebantah atau berdebat gak mungkin, tegang urat malah buat uwak tuh “setep” tambah runyam urusannya. “Quote: orangtua itu selalu benar”.

Ada titik jenuh membahas persoalan keras tersebut, namun tanpa sengaja mulai terbesit pemikiran untuk mengalihkan persoalan lain yang lebih ringan. Nah disini muncul pemikiran, gak ada salahnya untuk cari tahu gimana masa muda uwak ini saat pacaran. Akhirnya percakapan mengenai pacaran pun dimulai, perbandingan pacaran dulu dan sekarang pun sangat terlihat jauh berbeda:

Dulu cara bertamu kerumah uwak perempuan gimana wak?

Uwak:
Dulu itu uwak, men-sopan-kan diri menjemput pasangan dengan cara turun dari kendaraan berjalan setapak demi setapak ke depan rumahnya untuk mengetuk pintu rumahnya sembari menyambut kedatangannya membukakan pintu.

Kalo anak sekarang sekarang manada kek gitu, masih diatas kendaraannya pun, bukannya turun, langsung aja chat ke pasangannya… “keluarlah, aku udah di depan rumah”. Atau kalok yang kaya naek mobil Cuma hidupi klakson aja kasi kode. Nggak sopan kali.

Kalau masalah pakaian wak? Acem?

Uwak:
Berusahalah sesederhana mungkin, stedi stedi besetel. Tunjukkan kalau kau emang pantas jalan sama dia. Pake baju yang rapi jangan begajulan. Itu sama halnya nggak menghargai pasangan, buatlah malam kalian itu emang bener bener penuh warna. Stedi dan funky wak bilangnya. Itu yang nggak dipunyai sama anak zaman sekarang. Padahal dari penampilan, org tuanya bisa menilai anak ini bagus apa enggak, kan gitu.

Saat kencan pertama apa yang uwak buat?

Uwak:
Waini, agak susah juga jelasinnya semenjak ada kata kata “lebay” nongol di permukaan anak zaman sekarang. Tapi ya, kalau uwak dulu kencan pertama kali sama uwak prempuan, uwak bawakan bunga. Ya bunga apa ajalah, bunga kau petik pun dari depan rumahnya juga gpp. Yang penting niat nya aja, atau nggak bisa kau bawakan makanan lah. Apa kek, martabak Zagreb, nasi goreng mesir, udah jadi itu. Memang, kesan pertama di mata cewek pasti, lebay! Tapi yakin lah sama uwak, dalam hati dia pasti macam naek kreta tong setan bedegup kencang! Pasti! Percayalah sama uwak!!

Cara ngajak keluar (Jalan-jalan) kek mana wak?

Uwak:
Uwak dulu cara ngajak uwak prempuan keluar langsung to the point gausah banyak cengkunek mencla mencle. Nanti malam kau kuajak keluar ke kape ini ya, kita makan. Jangan kau keluarkan kalimat semacam… keluar yok, kemana? Nongkrong. Apa nongkrong? Cewek itu dari dulu butuh kepastian. Tegas. Mau keluar? Dimana? Nggak ada tissue? Eh..sorry, %$#&* yok keluar kita makan disini, udah. Siap. Jangan nanti udah jalan gatau mau kemana, makan angen? Hmmm.. kau ajalah!

Cara jelasin hubungan, gimana wak?

Uwak:
Jujur ajalah. Kau mau jadikan dia sebagai isterimu apa sebagai pilihan sementaramu. Yang harus kau lakukan tatap matanya, ngomong serius, mau dibawa kemana hubungan ini. Kayak kata anza ditulisan dia kemaren (ini promosiin temen juga supaya tulisan dia dibaca), “pidi baiq bilang pacaran itu utk nikah, kalo nggak utk putus”. Pilihan ada di tanganmu, cepat jawab lima menit lagi dikumpul. Sampai disini, paham?

Ya intinya jujur ajalah ke dia mau kau jadikan apa dia dihidupmu yang penuh peluh itu yang terkadang meluk meluk guling berharap dia yang kau peluk. Hmmmm~ nggak ada rokok rokok kita ini, bebuih juga ngomong nggak merokok~

Nah, tibalah sampai dimana uwak dan uwak perempuan di kape favorit kelen, ngapai aja kelen?

Uwak:
Ngobrol! Ngalur ngidul hanya utk membuat dia tersenyum. Oiya zaman uwak dulu nggak ada hape. Jadi uwak sarankan buat kelen kelen ini ehalo kelen ini kalo udah bedua, matikan hape! Nggak pun pala dimatikan hapenya, sinyal utk nelpon aja hidupkan. Cak kelen bayangkan, sejam – dua jam aja, nggak bisa rupanya hidup kelen nggak maen hape? Komunikasi yang baik dibangun dengan cara ngomong empat mata sama pasangan menjurus ke hal hal yang bisa membangun chemistry tanpa ada alat bantuan apapun utk menyatakan cinta. Asik uwak kan? Asik ngomong kek gini ya?. Alam membantu suasana kalian menjadi romantis. Apa? Berharap uwak melucu alam mbah dukun ya? Yaaa ketebak!!

Terus, wak? Ngapain lagi?

Uwak:
Hmm.. sopan sama pasangan. Biasakan ngomong minta tolong. Bisa minta tolong ambilkan ini? Bisa minta tolong ini nggak? Bisa minta tolong geser nggak? Bisa minta tolong pindah nggak? Kamu duduk dikursi aku gaenak kitanya kek di angkot. Karena cewek suka liat gesture, walah ngomong gesture, gesture kita yang sopan dan gentle (dengan logatnya)!

—The end—

Hal itu yang menjadi pembeda pacaran saat ini dan dulu. Alasan itulah mengapa banyak orang-orang dulu seperti mereka memiliki masa-masa indahnya, eseh! Tanpa rasa bosan, mereka jalani hubungan dengan saling menghargai dan komitmen.

Mungkin setidaknya percakapan ini bisa ngebantu bagi anda yang memiliki pasangan yang tidak Cuma hanya pasangan biasa, “Tapi pasangan sempurna”. Ya walaupun nggak ada manusia yang sempurna setidaknya kita perlakukan dia dengan baik sebagaimana mestinya. Itu yang nggak di dapatkan oleh generasi zaman sekarang.

Semoga membantu ya, dek.
Rokok uwak mana ini, uwak tarok kok hilang?
Hilang udah, uwak telan………………………………

Oleh: Ejathino