Semangat kemandirian kembali mewakili produk Dirgantara Indonesia buatan anak bangsa. Setelah menjalani uji terbang perdananya, pesawat N219 berhasil menjawab kebutuhan dalam melayani operasional bandara perintis sebagai solusi perjalanan bagi wilayah-wilayah terpencil seperti di Indonesia.

Setelah melalui proses panjang dari perencanaan oleh tim PT DI sejak 11 tahun lalu. Pesawat generasi kedua setelah N250 ini terbukti mampu menguasai pasar pesawat terbang di kelasnya.

Pasalnya baru-baru ini  Pemerintah Meksiko telah sepakat untuk membeli Pesawat N219 dan Radioisotop buatan Indonesia.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam forum konsultasi bilateral pemerintah Meksiko dan Indonesia yang digelar di Kementerian Luar Negeri Meksiko di Mexico City, Meksiko pada 10-12 November 2017 kemarin.

Dirgantara Indonesia (PT. DI) yang diwakili IPTN North America (INA) telah menandatangani kesepakatan dengan mitra dari Meksiko, Promotera Aerospacial El Paso (PAEP), untuk menyediakan jasa maintenance, repair, and overhaul (MRO) CASA dan suku cadangnya.

 

A post shared by Unclekick Medan (@unclekick) on


Berikut keunggulan pesawat N219 seperti dikutip dari situs PT Dirgantara Indonesia:

– Dapat lepas landas dalam jarak pendek
– Dapat lepas landas dan mendarat di landasan yang tidak beraspal
– Bisa self starting tanpa bantuan ground support unit
– Dapat beroperasi dengan ground support equipment yang minim
– Memiliki kabin terluas di kelasnya dan memiliki biaya yang kompetitif.
– Dapat terbang rendah dengan kecepatan yang sangat rendah mencapai 59 knots.
– Multihop Capability Fuel Tank, teknologi yang memungkinkan pesawat tidak perlu mengisi ulang bahan bakar untuk melanjutkan penerbangan ke rute berikutnya.