Setelah kurang lebih satu tahun bermusik bersama, Noon Radar akhirnya merilis single “Akankah Terobati” sebagai pengawal perjalanan mereka di industri musik Indonesia. Band rock asal Jakarta yang terbentuk di tengah pandemi ini mempercayai Audi Adrianto (Satu Per Empat) dan Bayu Perkasa sebagai produser dalam produksi single perdana mereka.

“Akankah Terobati” dirilis pada Jumat, 10 Desember 2021 di layanan digital streaming seperti Spotify, Apple Music, Joox, Deezer dan sebagainya. Noon Radar juga menggarap video musik bersama Dandi Darmawan yang dirilis pada Rabu, 15 Desember 2021 lalu.

Secara garis besar, lagu ini merupakan keluhan sang vokalis akan kegelisahan yang muncul saat pandemi. Masalah-masalah yang lebih besar satu per satu mulai hadir dan kekhawatiran dalam menentukan pilihan makin menjadi-jadi.

“Gue nulis lirik ‘Akankah Terobati’ itu terinspirasi dari perbincangan gue dan teman gue di sekitar tahun 2016. Temen gue udah berhenti ngerokok, dan gue tanya kenapa berhenti. Katanya, ‘Gue nggak mau duit yang gue cari semasa muda cuma untuk bayar pengobatan gua pas tua nanti’. Jadilah ‘Akankah Terobati’ di tengah pandemi ini, di mana gue menceritakan perjalanan yang sudah gue lalui dan mengeluh karena anxious, is this the right thing to do? Is this what I want ?” ujar Raissa Faranda, gitaris dan vokalis Noon Radar.

Sementara itu menurut Nara (bassist Noon Radar), video musik “Akankah Terobati” menceritakan empat karakter dengan permasalahan hidup yang banyak dialami oleh lingkungan sekitar: masalah sekolah, pekerjaan, keluarga, dan cinta. Mereka percaya waktu akan terus mengejar dan pilihan harus terus dibuat walau rasa puas tak pernah terpenuhi.

Single ‘Akankah Terobati’ ini menurut gue pribadi adalah refleksi kehidupan, di mana manusia ga akan pernah puas dan akan mencari terus apa yang di mau. Maksud dari kata ‘terobati’ di lagu ini juga bukan hanya soal kesehatan tapi juga rasa puas dari manusia yang sulit untuk tercukupi.” ungkap Nara ,

Pada akhirnya, “Akankah Terobati” merupakan buah kontemplasi Noon Radar selama dua tahun lebih berjuang di masa pandemi. Lalu, selain menandakan awal perjalanan mereka, lagu ini juga menjadi ajakan bagi para pendengar untuk merefleksikan segala macam pilihan dan tujuan hidup.