Entah sejak kapan aku mengenal genre yang satu ini, masih balita mungkin. Oia, tapi aku pernah ingat, ayah pernah cerita kalau gambar yang pertama kali aku lihat itu adalah logo dari sebuah band bernama “Rolling Stones”. Sempat tak percaya, Sosok yang saat ini berkumis dan berkopiah ini ternyata dulunya penggila Rock n Roll semasa mudanya. Mulai dari musik, gaya berpakaian, sampai cara dia merokok, ter-influence ala-ala John Lennon ungkapnya.

Dari situlah aku tumbuh dengan mendengarkan lagu CCR, The Beatles, Kiss dan lainnya, dan saat ini semakin tertarik menggeluti dunia Rock n Roll, dari pakaian hingga cara hidup. Mungkin kebanyakan orang akan berpendapat, bahwa hidup Rock n Roll itu identik dengan gaya yang urak-urakan atau ngomong asal-asalan. No! Padahal gaya hidup Rock n Roll itu seru bagi yang tahu, apalagi pengaruh besar dari band-band Rock n Roll di dunia, memiliki pola kekeh dengan idealis cara bermusik dan style mereka. Mengikuti pola kebutuhan pasar di Industri musik ataupun hiburan dengan cara yang berbeda. Jadi tidak usah heran, mengapa jadi panutan di kalangan anak muda dulu hingga sampai sekarang.

Banyak band-band Indie Indonesia yang juga berhasil menjadi pengaruh besar di Indonesia, seperti halnya The SIGIT. Dimana band ini di gawangi oleh Rekti dan komplotannya, berhasil merajai panggung-panggung gahar di ibukota maupun di daerah-daerah. Jadi, jangan heran kalau The SIGIT menjadi pengaruh besar anak muda jaman sekarang, mulai dari gaya berpakaian dan lainnya. Dengan stelan jaket kulit, kaos polos, dan sepatu boots menjadi modal mereka beraksi di atas panggung.

Nah, Rock n roll sangat-sangat identik dengan sepatu, entah mengapa sepatu adalah hal yang paling aku perhatikan dari semua band-band, sepatu boots berbahan kulit kerap menjadi andalan, dan paling sering dipakai ketika beraksi di atas panggung. Sepatu-sepatu berbahan kulit, menjadi hal yang wajib untuk di pakai. Tanpa sengaja dari menyenangi genre musik ini, Fashion itu pun ikut mewabah pada diriku sendiri, dari situlah mengapa aku selalu mengenakan jaket dan sepatu boots saat berpergian ataupun beraktifitas.

Awalnya agak bingung juga dimana untuk membeli sepatu yang seperti ini, intelejen rock n roll yang mendarah daging ini pun tidak cukup menolong menemukan tipe sepatu yang aku inginkan. Klik sana-sini, tanya sana-sini dan Buumm! akhirnya aku temuin salah satu produk sepatu yang, ugh! Bro, ini Rock n Roll abis! “SIXNINE FOOTWEAR” namanya, jadi jawaban pencarian atas semua kebutuhan pelengkap style-ku.

Produk Footwear yang Resmi di buka sejak tahun 2013 ini, terbukti mengembalikan lagi nuansa Rock n Roll, kenapa begitu? Ya bagaimana tidak kalau bahan dari sepatu ini cukup unik, dimana bisa kita lihat sepatu boots biasanya hanya menggunakan kulit saja, “SIXNINE FOOTWEAR” berani menggunakan bahan suede, denim, bahkan canvas.

Bahkan, Ada yang unik dari “SIXNINE FOOTWEAR” ini, mungkin akan terbesit pemikiran anda untuk bertanya, kenapa namanya SIXNINE FOOTWEAR, istilah angka 69 yang identik dengan anggapan negatif, cukup menarik mungkin hahaha.

Tapi tidak, jauh-jauh pikiran ngeres itu bro, sebenarnya 69 itu di dapati karena salah satu owner (pemilik) bernama Zulvi mendapatkan nomor nim yang berakhiran 69, menurut dia ini cukup unik. Kenapa tidak digunakan untuk sebuah brand? Nah muncullah ide untuk memberikan nama brand 69 dan memilih untuk menggeluti usaha produk sepatu.

Tidak cuma itu, Zulvi juga memberi tagline 69 “is not only done in bed“. Jadi angka 69 ini bukan cuma bisa dilakukan di tempat tidur, namun bisa dimana saja, di atas panggung, jalan-jalan bersama pacar, atau sekedar memamerkan sepatu kepada teman-teman, “Lihat dong aku punya sepatu 69” what? Ya! 69 “is not only done in bed” hahaha.

Kenapa  kita pamerkan sepatu SIXNINE FOOTWEAR kepada teman-teman? Why not? Dengan design yang up to date dan menggunakan bahan-bahan yang jarang sekali orang pakai, seperti denim, SIXNINE FOOTWEAR sangat pantas buat di pamerkan.

And well, aku sudah memakai sepatu ini, penasaran? Langsung saja cek Instagramnya di  @SIXNINEFOOTWEAR lihat-lihat saja dulu, pasti kalian suka “Pasti”, sekali lagi 69 “is not only done in bed“. Keep rockin!

Oleh: Zuhairlianza Iksan