Selasa, 30 Agustus 2016 | Published By : @triyandadesmanico

Angka kelahiran yang tinggi di Indonesia menyebabkan meningkatnya kepadatan penduduk. Salah satu faktor penyebab adanya “kemacetan” di Jalan Raya. Selain itu, total kendaraan yang ada di Indonesia mencapai 104.118.969 kendaraan yang terdiri dari 11.484.514 Mobil, 2.286.309 Bus, 5.615.494 Truk dan 84.732.652 motor.

Wow, bayangkan sebanyak apa kendaraan-kendaraan tersebut. Wajar saja jika macet sedang marak-maraknya, dan dimana-mana. Tak peduli jam berapa, cuaca bagaimana. Sering kali macet datang diistilahkan kerumunan semut yang ada disekitaran gula. Berikut beberapa solusi untuk mengurangi macet yang ada di Indonesia, menurut saya:

Meminimalisir Kebutuhan Kendaraan Setiap Keluarga

Membatasi kuantitas kepemilikan kendaraan untuk setiap masing-masing keluarga berdasarkan banyaknya jumlah anggota keluarga yang ada. Dengan kata lain setiap pasangan suami-istri hanya memiliki 1 mobil. Bahkan mobil hanya boleh digunakan orang yang telah menikah. Selain itu banyaknya motor disesuaikan dengan berapa anak yang dimiliki.

Jarak Tempuh Pekerja

Menyediakan tempat tinggal mendekati wilayah tempat kerja sesuai dengan pekerjaannya.

Mengurangi Kepemilikan Kendaraan

Setiap kendaraan harus memiliki batas minimal penumpang sebelum berkendara. Kendaraan Motor diperuntukkan oleh 2 orang, sedangkan Kendaraan seperti Mobil dioptimalkan terisi oleh 3 orang. Tidak ada kendaraan yang berjalan dengan 1 orang pengendara tanpa penumpang.

Faktanya, banyak pengendara-pengendara kendaraan yang berkendara sendiri. 1 orang mengendarai 1 mobil. 100 orang mengendarai 100 mobil. Jika kita terapkan batasan tersebut, 100 orang hanya memakai sekitar 33 mobil. Berkurangnya 77 mobil dijalanan itu suatu hal yang besar untuk mengurangi macet. Bahkan seharusnya lebih optimalisasikan penggunaan jasa Angkutan Umum.

Tidak Diperkenankan Berkendara Sendiri

Jika anda tidak memiliki kendaraan, nebenglah dengan rekan anda yang memilikinya. Rekan yang memiliki kenderaan motor atau mobil pasti akan memberi tebengan karena adanya peraturan wilayah-wilayah jalan yang tidak diperkenakan untuk berkendara sendiri. Hasilnya, macet berkurang, tingkat sosialisasi masyarakat pun bertambah. Tidak buruk.