Jakarta, – Tantangan isu lingkungan hidup dan keberlangsungan energi di masa mendatang harus disikapi secara seksama dengan mengedepankan kolaborasi dari berbagai pihak yang terkait agar bisa terus memenuhi kebutuhan masyarakat di dunia. Partisipasi generasi muda tentunya memiliki peranan penting sebagai pemimpin bangsa yang akan menjalankan roda perekonomian dan industri di masa depan.

Shell sebagai perusahaan energi terkemuka di dunia turut mengambil peran dalam membantu mengembangkan para generasi muda yang memiliki semangat dalam pemanfaatan, pengembangan, dan  mengoptimalkan penggunaan energi secara berkelanjutan melalui Shell Eco-marathon (SEM) yang sudah berlangsung sejak tahun 1985.

Indonesia sendiri telah berpartisipasi dalam program SEM Asia sejak 2010 dan telah mengasah sejumlah talenta muda Indonesia yang cerdas dan inovatif dalam menciptakan solusi yang tepat dalam upaya konservasi energi secara keseluruhan salah satunya melalui moda transportasi dengan energi yang efisien.

3 tim mahasiswa Indonesia dengan mobil hemat energinya setelah me juarai Drivers’ World Championship Regional Asia di Singapura pada 2018. (Photo Via Shell)

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro, melihat program Shell Eco-marathon yang diikuti oleh para mahasiswa Indonesia ini sejalan dengan rencana Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024 yang juga mengutamakan pengembangan riset dan teknologi di sektor energi sebagai salah satu prioritas utama.

Untuk menjalankan program ini, tentu dibutuhkan keunggulan produk-produk riset dengan SDM yang berkarakter, unggul, dan berwawasan kebangsaan sehingga bisa meningkatkan produktivitas invensi dan inovasi untuk daya saing.

“Shell Eco-marathon menjadi langkah tepat dalam mendorong inovasi di kalangan pelajar dan mahasiswa, memberi warna pada pengembangan riset untuk memecahkan berbagai permasalahan energi masa depan dan menumbuhkan semangat untuk berani berkompetisi di kancah global bagi generasi muda. Kemenristek melihat bahwa ajang Shell Eco-marathon telah menjadi tolak ukur dan inspirasi bagi Indonesia dalam menggagas kompetisi serupa di tingkat nasional, yaitu dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) dengan harapan akan mencetuskan kompetisi-kompetisi lain demi mengembangkan penemuan baru di berbagai bidang,” ucap Bambang Brodjonegoro, saat menyampaikan keynote speech di Webinar dalam rangka 10 tahun partisipasi Indonesia di ajang SEM Asia, yang diadakan Shell Indonesia pada 4 Desember 2020 lalu.

Shell Eco-marathon menawarkan format kompetisi antar pelajar dan mahasiswa untuk mendesain, membangun dan menguji mobil-mobil hemat energi yang kemudian dipertandingkan di lintasan balap. Bukan kecepatan yang diuji, tapi seberapa efisien energi yang dipakai.

Konsep yang ditawarkan Shell Eco-marathon menjadi langkah untuk mempersiapkan generasi muda untuk bisa menghadirkan solusi dari tantangan energi yang ada sekarang ini dengan mengedepankan efisiensi bahan bakar dan transisi energi.

“Shell Eco-marathon mengambil peran penting dalam menginspirasi generasi muda Indonesia sebagai calon pemimpin masa depan untuk bereksperimen secara cerdas dan kreatif dalam mencari solusi atas tantangan efisiensi bahan bakar saat ini dan di masa depan. Dalam perjalanan 10 tahun partisipasi Indonesia di SEM, kita patut bangga dengan peningkatan jumlah mahasiswa yang terlibat yaitu sebanyak lebih dari 200% dan jumlah partisipasi kampus yang hanya 4 di tahun 2010 menjadi lebih dari 25 institusi pendidikan pada 2020. SEM juga telah menjadi wadah bagi mahasiswa lintas ilmu seperti teknik, bisnis, manajemen dan bidang studi lainnya untuk bisa berkolaborasi mewujudkan inovasi,” kata President Director & Country Chair Shell Indonesia Dian Andyasuri.

Partisipasi mahasiswa dari berbagai universitas di penjuru Indonesia telah menghadirkan sederet kendaraan hemat energi hasil inovasi mereka yang mengedepankan efisiensi energi, dan berhasil memukau khalayak dunia di ajang kompetisi global kendaraan hemat energi Drivers’ World Championship (DWC) sebagai perwakilan regional Asia.

Dalam kesempatan yang berbeda, tim Sapuangin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di tahun 2018 dan tim Bumi Siliwangi 4 dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada tahun 2016 bahkan berhasil meraih gelar juara dengan mengalahkan tim pesaing dari Kanada, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa. Pencapaian tim-tim Indonesia sampai saat ini telah menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia adalah generasi yang cerdas, kreatif, kompetitif, gigih, dan inovatif.

Salah satu cerita mengenai bagaimana semangat pantang menyerah dan keinginan untuk berkompetisi menjadi yang terbaik ini tergambarkan dari Tim Antasena yang juga berasal dari ITS, dalam perjalanan mereka mengembangkan sebuah kendaraan roda empat yang ditenagai hidrogen fuel-cell untuk berlomba di Shell Eco-marathon.

Mengembangkan sebuah kendaraan dengan bahan bakar alternatif hidrogen tentu tidaklah mudah, mengingat teknologi dan infrastruktur di Indonesia yang masih terbatas dalam hal pemanfaatan hidrogen. Antasena melalui perjalanan mengembangkan mobil hidrogen ini melalui sebuah proses yang panjang penuh dengan keringat dan air mata, suka dan duka, dan pengorbanan yang begitu besar menyelesaikan tantangan yang mereka hadapi.

“Hidrogen ini merupakan bahan bakar yang sangat menjanjikan untuk masa depan karena jumlahnya yang melimpah, sangat efisien, tidak menghasilkan emisi, tidak beracun, dan dapat diproduksi dari sumber daya terbarukan. Penggunaan hidrogen sebagai sumber energi di masa depan sangat memungkinkan terjadi apabila bisa dikembangkan dengan baik, melalui riset-riset yang mendalam, didukung oleh pemerintah, dan disosialisasikan kepada masyarakat oleh seluruh pihak agar dapat diterima dengan baik,” ungkap Ario Bhismo Nugroho, Manajer Tim ITS Antasena.

Sema 2018 – Bumi Siliwangi Shell Echo Marathon

Semangat untuk menjadi yang terbaik dalam sebuah kompetisi juga ditunjukkan oleh Tim Bumi Siliwangi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang mengembangkan mobil berteknologi internal combustion engine dan battery electric. Perjuangan UPI untuk pengembangan kendaraan hemat energi berbasis internal combustion engine di mulai sejak 2011 setelah melihat partisipasi dan keberhasilan tim-tim Indonesia yang ikut serta di Shell Eco-marathon Asia 2010.

Semenjak itu, sejumlah mahasiswa UPI mulai bergabung dan membentuk Tim Bumi Siliwangi sebagai identitas mereka dalam mengikuti perlombaan kendaraan hemat energi antar mahasiswa tersebut. Bermodalkan semangat pantang menyerah dan mengedepankan kerjasama bahu-membahu menghadirkan sebuah kendaraan hemat energi, yang akhirnya mobil karya mereka yang ditenagai baterai listrik membuahkan hasil manis dengan menjadi juara kedua di Shell Eco-marathon Asia 2016 untuk kategori Battery Electric dan menjadi juara pertama di kompetisi global Shell Eco-marathon Drivers’ World Championship 2016.

“Di tahun 2011, UPI memutuskan untuk mulai mengembangkan kendaraan hemat energi untuk ikut serta di di Shell Eco-marathon. Tahun demi tahun, Tim Bumi Siliwangi terus berinovasi, berkembang, dan semakin solid untuk mencapai efisiensi energi sesuai dengan yang kami targetkan yakni menjadi yang terbaik di ajang Shell Eco-marathon. Akhirnya mimpi-mimpi kami ini terbayar dengan menjadi juara di ajang Shell Eco-marathon Asia dan keluar sebagai pemenang di Drivers’ World Championship 2016,” ungkap Kusyandi, Manajer Tim Bumi Siliwangi.