Nama aku el,di cerita sebelumnya aku udah menceritakan gimana kehidupan aku seperti apa. Hari ini aku bakal bercerita kepada kalian.

Setelah nenekku meninggal dunia, aku di putuskan untuk tinggal bersama ibuku. Oke sebelumnya aku belum memberitahu kalau aku itu punya adik perempuan dan kita itu dua bersaudara. Di samping nenek kita sudah meninggal dan aku tinggal sama ibuku dan adikku buat sementara waktu tinggal bersama ayah dikarenakan adikku masih sekolah SD kelas 5 sedangkan aku ya sudah tamat SD dan mau melanjutkan ke SMP.

Kenapa adikku tinggal bersama ayahku buat sementara waktu karna sekolahan adikku itu dekat dengan rumah kita dulu.

Ya akhirnya aku tinggal bersama ibuku kita masih tinggal berdua, beberapa hari kemudian aku dan ibuku mendaftarkan diriku untuk melanjutkan ke sekolah SMP, aku di daftarkan ibuku di salah satu sekolah negri di kota medan. Sekolahnya itu cukup jauh sih dari pasar besar dan aku harus berjalan kaki lagi agar bisa sampai ke sekolah itu.

Waktu demi waktu pun berlalu, pagi yang cerah itu aku bangun pagi dan bergegas untuk mandi lalu pergi sekolah, aku sangat antusias sekali untuk pertama kali masuk sekolah ke jenjang ya agak lumayan tinggi sih walau pun masih SMP sambil dalam hati aku berkata “semoga aja aku punya temen di sekolah baruku ini”

Aku pun selesai mandi dan langsung memakai seragam baru yang telah di belikan ibu untukku, aku pun sudah selesai mandi dan sudah berpakaian rapi aku pun langsung berpamitan sama ibu dan berangkat ke sekolah untuk pertama kalinya.

Pertama kali aku masuk sekolah aku itu tidak di temani ibu atau pun ayahku, aku pergi ke sekolah sendiri untuk pertama kalinya dan rumah aku dari pasar itu cukup jauh setiap paginya aku harus berjalan kaki demi sampai ke jalan besar untuk menuggu angkot demi sampai ke sekolah begitu juga dengan sekolahku demi sampai ke sekolah turun dari angkot aku harus berjalan kaki lagi untuk menuju ke sekolahku. Ya itung-itung olahraga sih walaupun betis lama kelamaan jadi besar seperti pemain sepak bola.

Sesampainya di sekolah aku hanya terbengong dan melihat kanan-kiri yang begitu ramai orang tua yang sedang mengantarkan anaknya untuk pertama kali masuk sekolah.di situ aku cuma bisa diam dan terbengong seperti orang bodoh sambil berkata dalam hati “mereka beruntung ya bisa di antar sama ibunya ke sekolah dan di antar sama ayahnya menggunakan sepeda motor.

Sedangkan aku? Kedepan gang yang begitu jauh jalan kaki gak ada yang mengantarkan aku cuma supir angkot yang bisa mengantarkanku, sesampai di depan gang sekolahan harus jalan kaki lagi ke dalam demi sampai ke sekolah, hufffff dan kenapa aku di lahirkan di keluarga seperti ini dan gak seberuntung mereka ya?”

Bel sekolah pun berbunyi “tetttttttttttt”

Aku dan anak-anak lainnya langsung bergegas menuju lapangan untuk berbaris dan mendengarkan pidato yang di berikan kepala sekolah buat kami, ya cukup lama sih dan cukup melelahkan berbaris di bawah matahari yang cukup terik.

Tidak berapa lama kemudian aku pun selesai baris dan disuruh masuk ke dalam kelas baruku di dalam kelas baruku aku duduk bersama caca aku fikir dia bakalan jadi temen baik buat aku dan jadi sahabat ku, ternyata tidak, caca itu orangnya putih, ada lesung pipinya ya pokoknya cantiklah. Ya awalnya caca luan yang ngajakin aku kenalan kita saling berjabat tangan dan bekenalan,”

Caca: eh kamu, namanya siapa kok diam aja sih dari tadi? ”

Aku: nama aku ell (dengan suara pelan dan cuek) ”

Caca: oh ell toh namanya, nama aku caca (sambil tersenyum) kamu orangnya pendiam banget ya?”

Aku: (tersenyum) iya aku malas aja banyak omong takut salah ngomong nantinya”.gak lama aku dan caca berbincang dari kejauhan ada dua orang laki-laki  yang satu sih agak lemah gemulai gimana gitu dan satu orang perempuan mereka bertiga menghampiri caca dan bicara “siapa ini ca?”

caca pun menjawab “ini itu ell dia temen sebangku aku, “oh temen sebangku kamu (sambil menunjukan muka sinis). “yaudah yuk cha kita keluar ke kantin ngapain sih kelas terus kata temennya caca (sambil menarik tangan caca dan mereka berempat bergegas keluar kelas)”

 

Bersambung……

Baca episode sebelumnya – Bagian 1