Sore kali rasanya berbicara tentang jodoh a.k.a pasangan hidup, di umur-umur yang masih di bilang bocah oleh orang kebanyakan, tapi malah tetap jadi suatu hal yang mengganjal di dalam hati. Ada, gak percaya? Ya itu, kata-kata “Jodoh itu gak kemana – Jodoh itu dekat dengan kita – bagaimana kita begitu pula jodoh kita“. Hadeh!

Jodoh, jodoh, jodoh! itu mungkin permasalahan anak muda di jaman millenial kini, ya jaman sekarang ini. Kadang pernah terlintas di dalam kepala, kalau jodoh itu dekat, tapi terlihat sulit untuk mendapatkannya? Mungkin, bukan mendapatkannya kali ya, melainkan “menemukannya” istilah kece-nya.

Apalagi, pernah dengar suatu mitos (kata orang tua terdahulu), jodoh itu pernah bertemu kita sekali atau dua kali, secara sengaja atau tidak. Wow! bayangin aja, mungkin tidak akan sesulit itu mencari pasangan hidup, ya kan? Seandainya hal itu benar dan kita tau, mungkin dari dulu sudah kita ikuti dia kemana saja, dari dia kerja, dia kuliah, atau jika kalau jenjang seriusnya ya langsung ngelamar dia, biar gak kemana-mana.

Tapi nyatanya tak segampang itu! Memang pernah terlintas di dalam pikiran, jodoh pernah bertemu kita sekali atau dua kali-katanya, ya tapi dimana? apa dasarnya coba, banyak lho yang kita temui selama aktifitas kita?

Nah ini yang semakin menarik jika kita dirunut berdasarkan Mitos vs faktanya, berarti dengan kata lain, bisa saja jodoh itu bertemu kita diantrian saat ingin membayar spp kuliah? atau saat beli tiket nonton bioskop, sedangkan kita lagi jalan sama pacar (baca: pacar bukan pasangan hidup) saat beli tiket ketemu sama calon pasangan hidup kita. hmmm!! Atau mungkin dia juga pernah berselisih di jalan dengan kita setiap pagi, setiap pergi ke kantor atau kuliah? Tapi kita gak tau, nyatanya dialah sosok jodoh kita kemudian hari. Nah loh itu gimana sense mitosnya? lucu? Ya sangat!

Atau uniknya lagi, hal yang paling kerap terjadi, tengah malam lagi buka Instagram, jodoh kita muncul di eksplore, dan kita lihat profilnya, sambil berucap “cantik juga nih” atau “ih ganteng” dan akhirnya tidak berani ngefollow karena kecantikannya atau kegantengannya. Nyatanya kelak ya dia pula orang yang akan terlihat, sebelum dan setelah bangun tidur nantinya, lucu sekali ya.

Apalagi kasus, seandainya pasangan hidup itu ngefollow kita, tapi gak kembali kita follow (follback) lantaran tidak kita kenal, dan kemudian dengan cekatan jarinya meng-unfollow kita lagi. ya sudah, habis pasangan hidup kita! Jomblo? hmmmm… hanya tuhan yang tahu.

Lalu bagaimana yang pacaran terus menikah? Ya mungkin itu memang jodoh dia saja-case closed, yang kita bahas ini bagi jomlo-jomlo yang gak kece-kece amat, mengharapkan jodoh. Sedih? ya, lihat orang-orang yang berpacaran, kita (?) cuma jaga nyamuk.

Eh tapi tenang, positif Thinking dan jangan buat macam-macam. Seperti di awal, saat ini kita tidak tau jodoh kita siapa, bisa saja yang kita lihat orang yang pacaran itu nantinya beneran jodoh kita, hehehe,. Yang pasti, buang dulu tuh pertanyaan-pertanyaan yang malah buat semangat hidup anda berkurang, Jodoh itu dimana? Masih terasa jauh ya jodoh itu? blablabla.

Tenang ibarat film-film percintaan yg bakal happy ending, dia akan sangat dekat dengan anda saat di plaminan nantinya, Ciye!! dan jangan terlalu takut untuk tidak mendapatkan pasangan, karena bukan itu saja tujuan hidup kita, banyak hal-hal positif yang akan kita lakukan, sembari menemukan pasangan hidup kita, jangan takut kesepian. Siapapun menginginkan jodohnya itu adalah pasangan yang baik-baik, pasti kita dapati. Aamin-kan? Aamin.

Oleh: Zuhairlianza Iksan