Indonesia adalah Negara kepulauan yang terdiri dari 34 provinsi di mana masing-masing provinsi dipimpin oleh seorang Gubernur. Salah satunya adalah Provinsi Sumatera Utara yang menjadi pusat Ibukota adalah Medan. Kota Medan merupakan kota terbesar di Pulau sumatera dan kota metropolitan ketiga terbesar di Indonesia. Seharusnya dengan hal tersebut semestinya sudah mampu untuk mengatasi hal-hal yang dinilai sederhana, seperti salah satunya adalah jalan-jalan yang berlubang dikota Medan.

Walaupun jalan berlubang hanya dititik tertentu saja tapi hal itu merupakan salah satu yang membuat kota tercinta ini tampak terlihat kurang baik. Jika diamati-amati banyak hal yang membuat jalan itu rusak, alasan pun beragam tapi akan akrab dengan tulisan plang singkat ” Hati-Hati Sedang Ada Perbaikan”.

Menurut saya tidak masalah proyek itu dilakukan tapi andai saja pemegang proyek tersebut bergegas untuk langsung melakukan perbaikan jalan, akan menjadikan jalan tersebut tidak rusak sampai meluas.

Sedihnya lagi, rute jalan ke tempat-tempat pendidikan saja sangat mengharukan masih terdapat jalan berlubang. Padahal itu adalah jalan menuju ke sekolah maupun kampus. Ditambah pelebaran parit yang menjadikan terlihat kotornya jalur Medan tersebut. Sampai-sampai galian tersebut menghambat pengguna jalan. Apakah Medan merupakan kota Abu? Mengapa tidak diperhatikan?

Nah, Saya sangat mengharapkan nih sama Bapak Walikota Medan tercinta agar mampu segera melakukan pengontrolan terhadap hal itu. Tak salah seorang Pemimpin daerah harus bela-belain turun kelapangan untuk hal yang baik bukan.

Namun, sebenarnya kita juga tidak bisa menyalahkan satu atau dua orang saja tapi setiap masyarakat Medan juga turut andil untuk memperhatikannya. Banyak yang harus dirubah dikota Medan tersebut.  Kalau lah hanya sebuah bicara yg kita lakukan kita akan berjalan ditempat mari kita lakukan tindakan yang mungkin bisa membantu.

Disamping itu pemimpin daerah tersebut harus teliti,  cekatan dan cepat untuk menanggulangi hal tersebut. Kalau pernyataannya adalah “Bukan itu saja yang harus diurus” memang benar tapi apa gunanya badan-badan setiap bidang yang dibentuk kalau tidak digunakan.

Yok mari Pak mulai kembali untuk melihat kebawah, melihat kembali hal-hal apa yg harus dilakukan agar publik tak menganggap kampanye dulu itu hanya omongan belaka saja. 

“Ayo jadikan kota kita menjadi kota yang nyaman”.

oleh: Risky Kinoy