Ajang internasional TAFISA World Sport for All Games ke-6 resmi digelar (10/6) dengan Jakarta bertindak sebagai tuan rumah. Perhelatan olahraga rekreasi dan tradisional yang akan berlangsung selama tujuh hari ini akan diikuti ribuan peserta yang datang dari 87 negara anggota TAFISA.

TAFISA Games tahun ini menjanjikan pengalaman unik bagi semua orang yang datang menyaksikan, karena pihak penyelenggara akan menghadirkan lebih banyak kompetisi maupun kejuaraan olahraga tradisional.

Salah satunya adalah Kejuaraan Internasional Zurkhaneh ke-2, yang rencananya akan berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 Oktober. Tidak seperti sebagian besar kegiatan TAFISA lain yang diadakan di kawasan Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta Utara, kejuaraan ini akan menyambangi GOR Cempaka Putih di Jakarta Pusat.

Zurkhaneh adalah bentuk ritual—atau nama tempat di mana ritual ini dilaksanakan—untuk sebuah sistem olah tubuh tradisional yang di masa lalu digunakan untuk melatih para ksatria di Iran. Olahraga tradisional Iran ini menggabungkan seni bela diri, kalistenik, latihan fisik, dan musik. Saat ini, Zurkhaneh semakin banyak diminati di beberapa negara di dunia, termasuk di Eropa dan di Amerika.

Selain Zurkhaneh, TAFISA Games 2016 juga akan menampilkan seni bela diri lain, termasuk chanbara dari Jepang. Penyelenggaraan TAFISA Games di Jakarta kali bertepatan dengan Kejuaraan Chanbara tingkat Asia-Oceania yang ke-9, dan BOR Tanjung Priok di Jakarta Utara akan menjadi tuan rumah kejuaraan ini.

Olahraga berpedang Chanbara pertama kali diperkenalkan di tahun 1971 oleh Tetsundo Tanabe dan beberapa ahli bela diri anggar Jepang lain. Olahraga ini kini memiliki banyak penggemar dan organisasi induknya, International Sport Chanbara Association, secara resmi bergabung dengan organisasi TAFISA di bulan Oktober 2015.

Satu lagi olahraga rekreasi yang hadir di TAFISA Games 2016 adalah bocce. Kompetisi unified bocce kali ini berlangsung selama tiga hari dari tanggal 7 hingga 9 Oktober dan diadakan di Central Park Ancol. Yang menarik dari kompetisi ini adalah tim-tim yang turut serta berisikan atlet tuna grahita dan atlet non tuna grahita.

Sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Umum PP SOIna (Special Olympics Indonesia), Faisal Abdullah, kebersamaan atlet tuna grahita dan non grahita dalam satu tim akan meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Selain unified bocce, ada lagi cabang olahraga Paralimpiade yang juga hadir di TAFISA Games 2016—rugbi kursi roda. TAFISA 2016 akan menjadi tempat bagi penyelenggaraan perdana kejuaraan South by South East Asia (SxSE Asia) Cup. Kejuaraan ini akan berlangsung di Jakarta Intercultural School, Terogong, Jakarta Selatan pada tanggal 8 dan 9 Oktober. Lima negara mengirimkan timnya untuk kompetisi ini: India, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Diikutkannya dua cabang olahraga ini membuktikan bahwa TAFISA Games memang sebuah event olahraga untuk semua.

(*/Unclekick.)