Nama : Herdo Melvindo
NPM : 1503110090
Mahasiswa Jurnalistik FISIP UMSU

Menyelesaikan bangku perkuliahan adalah harapan bagi semua orang, setiap orang yang berkuliah pasti untuk mendapatkan kehidupan yang baik dimasa depan, tapi apakah mental kita siap untuk menghadapi kenyataan setelah perkuliahan ini?
Tamat di umur yang produktif dengan pengalaman yang kurang, atau tamat dengan banyak pengalaman tapi umur sudah tidak produktif lagi? keduanya adalah pilihan yang sulit, dimana saat perusahaan membuka lowongan pekerjaan tapi kita belum tamat, atau saat kita mau melamar tapi masih kurang pengalaman.

Tamat kuliah bukanlah seperti tamat sekolah, tamat sekolah kita masih ada kesempatan untuk menempuh pendidikan lagi dan berada di naungan kedua orang tua, sedangkan tamat kuliah adalah hal yang berat, kenapa? Karena kita harus mampu mulai bergantian dengan posisi orang tua kita dalam mencari nafkah, saat kita tamat kuliah, umur orang tua kita semakin tua, umur kita semakin bertambah, ada banyak hal yang harus kita pikirkan dan kita pertimbangkan disaat tanggung jawab kita semakin besar.

Persaingan dunia pekerjaan yang semakin sulit ditambah lagi harus bersaing dengan warga asing, dengan pemuda dari bangsa sendiri, jika kita tidak memantaskan diri, maka usaha kita selama dibangku perkuliahan percuma sia-sia. Setiap tahunnya universitas di Indonesia mewisudakan beribu mahasiswa di negeri ini, termasuk nanti kita salah satunya. Jika kita tidak berani bertindak, maka kita akan tertinggal oleh mereka yang sudah jauh memulai dari dahulu.

Kita masih takut untuk keluar dari zona aman kita, kita masih berharap akan ada orang yang membantu kita dalam mencari pekerjaan nanti, padahal seteah tamat kita akan bertahan hidup sendiri di dunia yang keras.

Dengan fasilitas dari orang tua, membuat sebagian dari mahasiswa bersikap lalai pada kewabiban kuliahnya, sehingga kebanyakan dari mahasiswa lebih suka bersenang-senang dengan teman, dari pada besenang-senang dengan tugasnya. Pergaulan sangat berpengaruh dalam dunia perkuliahan kita, teman yang tepat akan membuat tujuan kuliah kita tepat, teman yang salah akan membuat tujuan kuliah kita pun salah. Pergaulan dapat menentukan pengalaman kita, kita harus memiliki banyak pengalaman di luar bangku perkuliahan, karena hanya 40% ilmu atau praktek yang bisa kita dapat di dalam kelas, sisanya harus kita cari lagi diluar dengan mengikuti organisasi atau komunitas yang tepat. Pengalaman dapat membuat kita menentukan kapan kita harus menamatkan diri kita, kadang kita sudah merasa diri kita pantas tamat tanpa ilmu dan tanpa pengalaman yang cukup, merasa kita sudah pantas, sehingga saat kita tamat, kita terkejut dengan keadaan yang nyata akan sulitnya dunia pekerjaan.

Mengerjakan tugas saja kita sering lalai, mungkin karena kita merasa nilai itu dalah urusan kita pribadi ingin bagus apa tidak, tapi di dunia pekerjaan? Kerja kita tak selesai, maka gaji kita tak diberikan, itulah ancaman terbaik dalam dunia pekerjaan saat kita lalai dalam bekerja. Jadi jika kita taj siap mental untuk menghadapi hidup yang nyata, kita akan mati dimakan oleh zaman. Yang perlu kita banggakan adalah orang tua yang sudah menguliahkan kita, bagaimana cara kita mengembalikan lelah mereka. Jadi menurut saya, alangkah lebih baiknya kita mampu tamat tepat waktu tapi diwaktu yang tepat dengan cara memanfaatkan empat tahun kuliah kita tidak terbuang sia-sia. Jadi dengan umur yang produktif dan pengalaman yang mampu mecukupi, membuat kita dapat mengahadapi dunia kerja di usia yang produktif.