Cara menulis puisi ala penulis
1. Adanya kemauan untuk menulis puisi
Peribahasa mengatakan, Malu Bertanya, Sesat Dijalan.. Kalau Tidak Tahu Jalan, Jalani Saja. Karena percuma saja menulis puisi kalau dari diri anda belum ada kemauan. Bagaimana cara agar kita menjadi mau?? Yaitu dengan membuka setiap panca indera kita (kalau punya indera keenam, buka saja siapa tahu berguna)

2. Tentukan Tema
Tema yang dimaksud disini adalah keseluruhan isi puisi yang ingin kalian tulis. Nah, dari membuka panca indera itulah kita bisa menentukan tema apa yang kita inginkan. Kalau kalian bingung, kalian bisa mencari tema yang ada disekeliling kalian walaupun kalian sedang berada di tempat sempit.

3. Tentukan judul
Nah, setelah menentukan tema, tentukan judul puisi yang kalian ingin buat. Namun tema dengan judul itu bisa sama, bisa berbeda. Nah, penulis kadang menentukan tema puisi dan judul puisi itu sama. Contohnya, ketika penulis sudah menentukan temanya tentang CINTA, penulis membuat judulnya juga CINTA.

4. Memilih majas
Waktu kita masih sekolah atau waktu belajar di kuliah sastra dulu, kita pernah belajar majas bukan? Nah, di puisi juga memakai majas. Cari penjelasan tentang majas yang kalian tahu dan tentukan majas apa yang ingin kalian pakai dan sesuai dengan judul puisinya. Cara keempat ini membutuhkan pemahaman yang tidak terlalu dalam namun tidak boleh meremehkan tentang majas ini. Karena puisi terlihat dari majas apa yang dipakai. Kalau bisa memahami sebuah majas yang pernah dipelajari, maka itu bernilai plus dimata diri anda sendiri.

5. Menentukan Diksi (pilihan kata)
Penulis menentukan pilihan kata melalui cara pertama hingga cara keempat ditambah kata yang didapat dari mana saja. Bisa dari curhat, lagu, puisi lain, obrolan teman, tempat, suasana, dan lainnya. Penulis berusaha membuat sebuah kata yang belum pernah didengar oleh orang normal dan juga memiliki ambiguitas yang berbeda dengan pembaca. Karena semakin ambigu kata tersebut, maka semakin menambah kepuasan sendiri bagi penulis.

6. Berimajinasi/berkhayal/cari inspirasi
Cara terakhir ini hanya berlaku ketika penulis hanya ingin memberikan puisi kepada seseorang yang hanya menyukai puisi buatan penulis saja. Penulis bisa berimajinasi ketika dapat “feel” yang diinginkan.

Contoh puisi buatan penulis

Melukis garis wajahmu di bintang yang bertebaran

Kuikuti cerita tentang bintang malam ini

Menemani sepi dalam keindahan

Kehampaan ketika kutatap langit

Melepas lelah di bawah naungan cerita langit

Merelakan raga yang lemah ini

Kedalam cerita itu

Tak ada inginku tuk membuka mataku

Hingga pagi yang menceriakan pelangi

Terakhir, penulis ingin berpesan untuk kalian bahwasanya penulis ingin kalian melupakan semua cara diatas dan mulailah menulis. Karena puisi tidak datang dengan sendirinya

Oya, bagi kalian yang ingin melihat puisi lengkapnya dari penulis, silahkan beli bukunya di googleplaybuku, lalu ketik Full Moon Project EGOIST.
Atau bisa juga di situs uwaismall.com lalu ketik Full Moon Project EGOIST.

See You Tomorrow

I Hope Your Smile Will Become Colorful