Banyak ungkapan tentang bekerja sebagai freelance sebagian besar hanya melakukan duduk-duduk di sekitar ruang kerja pribadi, atau juga sekedar terus menerus melihat panggilan masuk di smartphone.

Terlebih lagi, ada kesempatan untuk ingin terjun ikut berselancar di YouTube tanpa rekan dengan sekilas melihat tayangan ulang para youtubers atau tontonan aksi prank. Namun seakan sirna karena pada kenyataannya bekerja untuk diri sendiri menuntut stamina dan disiplin juga.

Di lain situasi, sementara rekan lainnya dapat duduk dengan tenang dan mengetahui bahwa bayaran selalu muncul secara ajaib di rekening bank mereka setiap bulan. Berbeda jauh dengan kamu yang harus bergegas untuk mencari pekerjaan dan kemudian melakukan pekerjaan, tetapi kamu bahkan harus berjuang untuk mendapatkan bayaran untuk itu juga.

Tapi jangan kehilangan fokus. Berikut adalah tips untuk tetap waras sebagai freelancer…

 

01. Manfaatkan waktu sebaik mungkin

Ilustration – Jamie Coe

Dengan tidak adanya rintangan terbesar pada kebiasaan kamu, kemungkinan untuk menunda pekerjaan adalah hal yang paling menakutkan. Seharusnya akan ada rasa bersalah pasca-penundaan yang dapat membuat itu semua akan lebih banyak membuang waktu dan membuat pelanggan kamu memilih jasa lainnya.

Ketahuilah bahwa diri sendiri adalah kunci keberhasilan kamu, yang sekaligus dapat meningkatkan produktivitas puncak kesuksesan kamu. Jadi tenggat waktu sangat penting, bahkan waktu akan memaksa kamu untuk mengatur antara pekerjaan pribadi dan permintaan klien mengharuskan kamu untuk menyelesaikan secara bersamaan.

Mulai sekarang, bergerak secepatnya-ikuti pola waktu, karena waktu sama halnya seperti roda, selalu bergerak sesuai mekanismenya.

02. Break down tugas

Penundaan akan berdampak ketika waktu yang tersedia jatuh pada limitnya – sesuatu yang mudah yang seharusnya dapat diatasi dengan memecah tugas-tugas kamu.

Sama halnya ketika ilustrator Stephen Cheetham menciptakan 50 ilustrasi untuk NSPCC dalam sebulan, ia selalu mengerjakan proyek dengan melakukan rekayasa waktu, mengatur jadwal pengerjaan proyek hingga melakukan tanggapan email atau skype setiap kliennya yang berbeda.

03. Manfaatkan Alarm

Supaya tidak melewatkan pekerjaan yang harus diselesaikan, kamu bisa mencatat jadwal tersebut dan membuat pengingat atau alarm di Smartphone. Namun sebaiknya Alarm disesuaikan jauh sebelum tenggat waktu yang di tentukan klien. Dengan demikian, nantinya kamu hanya perlu mengamati jadwal tersebut dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal deadline.

04. Hack diri sendiri

Ilustration – Jamie Coe

Kebiasaan buruk sulit dihilangkan, jadi terkadang sabotase diri adalah satu-satunya cara. Aplikasi yang dapat diunduh seperti SelfControl yang digunakan untuk memblokir situs web yang termasuk dalam daftar hitam yang mengalihkan kerjaan kamu, atau bahkan kamu dapat memulainya dengan menghapus aplikasi atau game mobile yang terdapat pada smartphone kamu.

05. Batasi Media Sosial

Ketika update media sosial sebenarnya penting untuk pekerjaan kamu, itu kembali kepada penggunanya. “The key with social media is to be efficient,” jelas ilustrator Jitesh Patel.

“Saya menetapkan diri hanya 30 menit untuk mengunjungi Facebook, Instagram, Pinterest, dan Twitter. Saya menggunakan software seperti Buffer untuk mengirim-otomatis ke Twitter dan Facebook, dan saya menggunakan software umpan RSS Feedly untuk menyalurkan semua situs web yang saya ikuti ke satu tempat. ”

06. Mencatat Beragam Ide Penting

Karena ide bisa datang dari mana saja dan kapan saja, maka jangan lupa untuk membawa HP ke mana pun kamu pergi. Ketika kamu mulai mendapat ide segar, segera tuliskan ide tersebut di HP. Nanti ketika kamu punya waktu senggang, kamu bisa mengakses catatan tersebut dan mulai mengembangkan ide menjadi hal-hal baru. Hal sederhana ini sangat bermanfaat dan bisa membuat penyelesaian pekerjaan jadi semakin mudah.

07. Keep going…

Ilustration – Jamie Coe

Mempelajari hal-hal baru dari internet bisa dilakukan dengan memanfaatkan Smartphone. Isilah waktu senggangmu dengan mengakses situs-situs market untuk freelancer, mencari referensi pekerjaan, dan menjalin hubungan baru dengan kaum profesional. Lambat laun hal ini akan membuat pengetahuanmu jadi bertambah dan mendukungmu menjadi freelancer yang lebih kompeten.

08. Ketahui keinginan klien

Ketika mendapatkan klien, kunci paling penting adalah komunikasi. Kebanyakan komunikasi terjadi dalam bahasa Inggris, dan jangan sampai masalah bahasa membuat kamu salah mengerti maksud klien. Kesalahan lainnya yang juga fatal adalah, pura-pura mengerti apa keinginan klien, padahal kamu masih tidak ada bayangan tentang pekerjaannya. Selain bisa merusak reputasi, kamu tidak akan dipekerjakan lagi oleh klien tersebut, jika pekerjaan melewati masa kerja yang ditentukan. Banyak bertanya kepada sesama Freelancer jika memang belum mengerti.