Musik EDM kini sudah tak asing lagi. Perlahan, jenis musik ini memiliki tempat di sebagian besar telinga masyarakat.

Pada kegiatan Tunervisity beberapa waktu lalu, Mbrace menghadirkan dua komunitas EDM yang terus berkarya di Kota Medan, Exito dan Monohouse.

Exito adalah sebuah movement anak muda kota Medan yang sadar sebagaimana lazimnya setiap karya yang punya harga.

“Kita hadir dari pemikiran yang dilebur menjadi sebuah pergerakan, kami mencoba membangun mindset dan mengajak teman-teman yang suka musik serta pelakunya untuk bergerak agar karya yang dimiliki tidak sebatas konsumsi pribadi, karena musik yang diciptakan untuk dinikmati khalayak ramai,” ucap Oomax¬†pada sharing season Tunervesity.

Hal senada juga disampaikan Rico, salah satu pendiri Monohouse. Ia mengatakan anak muda pelaku musik tidak diam dan nyaman dengan beat-beat yang sudah ada, pemusik itu harus membuat beat sendiri apa lagi dalam musik EDM.

“Pergerakan musik yang terus berkembang cepat menjadikan setiap individu pelaku musik maupun komunitas harus membuat sesuatu yang baru untuk tetap hidup dalam era digital sekarang, produksi dan publikasi harus beriringan untuk mencapai hasil yang terbaik,” sambung Rico Monohouse.