Vertical Abuse merupakan grup musik asal kota Bandung yang bersubgenre metal/hardcore/punk. Terbentuk pada tahun 2020 dengan beranggotakan lima orang yang jengah dengan keadaan di tengah kejenuhan kehidupan realita dalam menjalani pandemi COVID-19.

Vertical Abuse terbentuk atas jejaring pertemanan yang sebelumnya tidak terpikirkan akan menjadi suatu grup musik, namun dari kejenuhan pandemi maka terbentuklah band ini. Vertical Abuse beranggotakan Reza Septian di gitar, Idris Tsany di drum, Anggara Pandu di bass, Andy LA Jhon di Vokal. Namun disayangkan di awal terbentuknya band Idris Tsany mengundurkan diri sebagai drummer dari band dikarenakan kesibukannya, dan untuk sementara ini digantikan oleh Oktav Mutter sebagai drummer pengganti. 

Seiring pengunduran diri dari salahsatu personil, Vertical Abuse dihadapkan pada pilihan untuk menambah personil gitar untuk melengkapi referensi meracik konsep musik yang lebih agresif, akhirnya Reza Pratama berhasil menjadikan warna karakter  tersebut.

Proses kreatif Vertical Abuse dalam meracik hingga terbentuknya karakter band tidak luput dari berbagai referensi grup musik terdahulu yang mempengaruhi kami, contohnya seperti Integrity, Agnostic Front, Pro-Pain, END, Chamber, Meshuggah, Disembodied, Throwdown, Slayer, Bolt Thrower, Entombed, Chimaira, dan Cataract. 

Vertical Abuse – Demo 2021

Setahun perjalanannya, Vertical Abuse telah menjalankan suatu pencapaian proses kreatif yang dinilai cukup rumit, disebabkan banyaknya referensi musik pada masing-masing anggota band. Penggabungan visi dan misi dalam meramu musik berdasarkan referensi awal nyatanya tidak semudah mereka harapkan sebelumnya. 

Perilisan materi demo lagu pun seharusnya dirilis di pertengahan tahun 2021, namun dengan masih adanya revisi menyangkut hal teknis dan beberapa pertimbangan Vertical Abuse akhirnya merilis beberapa demo lagu mereka di akhir penghujung bulan November 2021.

Demo trek pertama yang berjudul “Jelaga Tadbir Despot”. Racikan aransemen di trek perdana ini mencoba menyuguhkan karakter lagu yang kami rasa cukup agresif dan dengan gaya riffing dan beat yang modern. Amarah yang kami torehkan di balik isi lirik yang ditulis secara implisit adalah suatu implementasi dari isu sosial perihal penggusuran tanah yang sedang marak terjadi dewasa ini.

Demo trek kedua yang berjudul “Valhalla Artifisial”. Kami sedikit mengurangi keagresifan di trek kedua ini namun mempertebal karakter hardcore punk yang lebih kuat tanpa menghilangkan ritme yang groovy dan catchy. Isi lirik yang kami tuangkan di lagu ini adalah sambungan makna dari perspektif para aktivis yang tengah protes dalam penolakan pembangunan pabrik semen di Pegunungan Karst, Kendeng, Jawa Tengah pada tahun 2016 silam.

project info:

name: Vertical Abuse
lyrics & artwork by: Andy La Jhon
producer by Vertical Abuse
mixed and mastered : Oktav Mutter
all recorded : Rebuilt 40124 Studio Bandung