Ketika semua ada di atas panggung, sekedar menikmati musik sudah bukan lagi menjadi hal yang keren. Lantas sekarang ini, banyak penonton konser musik malah lebih memilih untuk mengabadikannya, merekam musisi favorit mereka, dan mengunggahnya di media sosial.

Karenanya, tak sedikit pula dari mereka telah mempersiapkan perlengkapan foto atau video untuk tidak mau melewatkan setiap momen-momen – tak terlupakan saat musisi idolanya tengah beraksi bersama lagu-lagu andalannya.

Nah, sebenarnya mengabadikan momen saat berada di konser musik tidaklah sesulit yang dibayangkan, asal kamu mengetahui cara yang menarik dan seru dalam pengambilannya.

Jadi, berikut adalah lima cara untuk membuat video konser musik kamu nanti benar-benar menonjol.

Camera on tripod


Jadi, pilihan pertama kamu akan menjadi yang paling mudah. Gak perlu harus belajar teknik yang aneh-aneh, cara ini masih menjadi favorit di antara beberapa pembuat film dan videografer. Kamu mengatur kamera di bagian paling belakang venue dan merekam konser selebar mungkin. taaraa!

Sebagai sebuah footage, ini adalah cara sederhananya. Berikan tambahan teknik editing untuk menjadikannya ironis, sineas, atau apa pun itu, persyaratan sebagai videografer, kamu mungkin sudah memenuhinya, minimum “syuting konser”. Dan berdoalah semoga banyak yang melirik video kamu dan masih mau berbicara dengan kamu lagi.

Action Cam Story


Dalam banyak hal, action cam telah mengubah cara merekam konser. Meskipun mereka tidak merekam rekaman dengan kualitas tertinggi (atau paling sinematik), pengambilan footage yang mudah dilepas ini mampu membuatnya sangat praktis dalam pembuatan film dari tempat-tempat yang sulit dijangkau.

Karena ini bekerja untuk pengendara motor, tidak butuh waktu lama bagi kamu mengambil footage konser musik ikut bagian dalam mengikuti trennya.

Musician by Musician


Jika kamu memiliki beberapa kamera, ini mungkin pilihan terbaik kamu. Ini juga merupakan cara paling profesional untuk membuat film konser – jika kamu punya anggaran untuk itu – karena memberikan kamu fleksibilitas penuh dalam pengeditan (video diatas, campers-nya masih grogi ya).

Idealnya, kamu memiliki lebih dari satu kamera. Hasil footage kamera ini bisa statis pada tripod atau monopod, sehingga mereka dapat mengikuti (dan menyesuaikan fokus) saat pemain bergerak. Langkah berikutnya yang sudah pasti, kamu akan menyatukan semuanya dalam hasil editan, kamu dapat bersenang-senang dengan sinematografi dan mencoba berbagai trik kamera dengan angle yang menarik.

One Shot


Salah satu teknik kreatif ini juga bisa disebut malas dalam arti bahwa itu akan memerlukan pengeditan minimal, tetapi sebenarnya dapat membuat video yang jauh lebih menarik dan menyenangkan.

Gaya pengambilan tunggal ini persis seperti apa kedengarannya: kamu mulai merekam pada awal lagu dan – idealnya – gerakkan kamera kamu secara perlahan di sekitar pertunjukan, menyoroti berbagai aspek dan musisi, tambahannya buatlah suatu perpindahan dengan dibantu oleh rekan atau teman kamu.

Love Concert


Hari-hari ini, jika kamu pergi ke konser dan menonton kerumunan konser musik, kamu akan melihat lautan penggemar berpasangan (baca: memegang) smartphone mereka dan mengambil gambar, merekam sebagian atau seluruh pertunjukan. Suka atau benci, itu kebiasaannya.

Namun, itu bagi mereka, tidak buat kamu. Jika kamu bersedia melakukan kerja keras menggabungkan sebuah cerita video footage bersama pasangan kamu,  diiringi song list kesukaanmu. Ambil beberapa bagian nyanyian dari atas panggung. Jadikan, setiap momen bersama pasangan ikut menjadi bagian cerita kamu saat menikmati konser. Hasilnya, ini bisa menjadi penataan gaya keren untuk beberapa footage hasil video kamu.