Tumpukan batu yang menjulang tinggi diatas laut merupakan mimpi baru bagi para pecinta ketinggian, namun hanya sedikit yang bisa ditaklukan. Karena tebing monoliths yang menjulang tinggi merupakan pecahan dari tebing diatas lautan yang membutuhkan perlindungan super untuk keselamatan atau sulit untuk di akses dan di daki.

Pemandangan yang spektakuler menawarkan tantangan baru yang menggiurkan bagi para pendaki yang berambisius tinggi akan adrenalin. Berikut merupakan daftar Sea Stacks dari berbagai belahan dunia yang spektakuler dan wajib dikunjungi.

 

Ball’s Pyramid

Photo by Instagram geologyscienceSalah satu Sea Stacks yang terletak di “Lord Howe Island, Australia”  dengan ketinggian yang mencapai 562m diatas permmukaan laut. Tingkat pendakiaan yang sulit dari kecuramannya, dan izin akses yang sangat terbatas.

 

Old Man Of Hoy

Photo by Instagram nerdusuztra

Tebing curam yang terletak di pulau Hoy, Kepulauan Orkney, Scotlandia, dengan ketinggian yang mencapai 137m . Old Man Of Hoy memiliki tingkat pendakian yang standard atau medium dengan ketersediaan beberapa rute dan berbagai tingkatan level yang tersedia.

 

East Trinity

photo by Redbull

Tebing pemacu adrenalin ini terletak di “Newfoundland, Canada” dengan ketinggian yang berbagai dari puncak yanng berbeda.  Tingkat pendakian  yang rumit ditawarkan dari Sea Stacks yang satu ini dikarenakan lokasi yang terpencil dan batu yang mudah runtuh.

 

North Gaulton Castle

Photo by Redbull

Yang terletak di “Orkney Islands, Scotland”  dengan ketinggian yang ditawarkan sekitar 55m diatas permukaan laut. Tingkat kesulitan dalam pendakian tebing ini dapat dikatakan rumit di karenakan menantang pendaki untuk menujutebing yang terletak di luar akses tebing lainnya.

 

Dun Briste

Photo by Redbull

Yang terletak di “Orkney Islands, Scotland”  dengan ketinggian yang ditawarkan sekitar 55m diatas permukaan laut. Tingkat kesulitan dalam pendakian tebing ini dapat dikatakan rumit di karenakan menantang pendaki untuk menujutebing yang terletak di luar akses tebing lainnya.

Oleh: Nurul Hanayah